Waduk PLTA Dibuka, Polda Riau Siagakan Personel Atasi Potensi Banjir

Waduk PLTA Dibuka, Polda Riau Siagakan Personel Atasi Potensi Banjir
Screenshot

Pekanbaru.~ Polda Riau menyiagakan personel guna mengantisipasi potensi terjadinya banjir di Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi pembukaan pintu air Waduk Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat memimpin apel antisipasi banjir di Mapolda Riau, usai menerima laporan dari Penjabat (Pj) Gubernur Riau, SF Haryanto, terkait rencana pembukaan pintu air Waduk PLTA Koto Panjang yang akan berlangsung mulai Selasa (30/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan, langkah kesiapsiagaan ini diambil guna memitigasi dampak kenaikan debit air Sungai Kampar yang mengalir melintasi dua kabupaten, yakni Kabupaten Kampar dan Pelalawan.

Menurutnya, Polri harus hadir di garda terdepan dalam situasi kedaruratan, termasuk saat menghadapi potensi bencana banjir seperti yang saat ini diantisipasi.

“Hari ini kita hadir bersama untuk membuat komitmen bahwa kita harus siap sedia. Bukan karena kita takut dengan pembukaan pintu air tersebut, tetapi ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” kata Irjen Herry, Selasa (30/12).

Guna memastikan kesiapan di lapangan, Kapolda bersama PJU dijadwalkan bertolak menuju area waduk dan aliran sungai pada pukul 11.00 WIB siang.

Selain mengecek kondisi pintu air, Kapolda akan memantau desa-desa dan kampung di sepanjang pesisir Sungai Kampar.

“Kita akan melakukan pengecekan di sana, sekaligus memastikan sosialisasi sampai ke masyarakat pesisir. Dampak dari kenaikan debit air ini harus diminimalisir agar tidak menimbulkan kerugian, terutama terkait keselamatan nyawa masyarakat,” tambahnya.

Kapolda juga mengimbau warga yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di sungai, dan segera mengikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi kenaikan air secara mendadak.

Meski berdasarkan informasi awal kenaikan air diprediksi masih berada dalam batas aliran sungai dan tidak meluap ke daratan secara ekstrem, Kapolda tetap memerintahkan penyusunan skenario terburuk.

Polda Riau kini tengah melakukan pengaturan untuk deploy atau penempatan pasukan di titik-titik strategis. Sinergi dengan stakeholder terkait terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan sinkron.

“Kita harus menyiapkan potensi bencana dengan skenario yang matang. Jika situasi emergency benar-benar terjadi, pasukan kita sudah berada di posisi masing-masing dan siap melakukan aksi penyelamatan,” pungkas jenderal bintang dua itu menyudahi.

Exit mobile version