SIAK — Tak perlu terik matahari untuk berkeringat, cukup niat dan langkah kecil yang tak berhenti. Mungkin pepatah itu paling pas menggambarkan semangat ribuan warga Tualang, Kabupaten Siak, yang kini rutin mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Taman Motuyoko, Perawang.
Sejak dua bulan terakhir, taman kebanggaan masyarakat Perawang itu menjadi lautan manusia. Sejak pukul 06.00 WIB, warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua, tumpah ruah menikmati udara segar dan suasana tanpa suara bising kendaraan bermotor.
“Kalau dulu pagi Minggu lebih banyak di rumah, sekarang kami sekeluarga malah semangat olahraga. Rasanya badan lebih ringan, hati juga senang,” ujar Rian (22) warga Perawang Barat, sambil tersenyum usai senam bersama. Ahad (2/11).
Kegiatan Car Free Day ini tak hanya menjadi ajang olahraga, akan tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi bagi warga tempatan.
Puluhan pelaku UMKM terlihat ikut meramaikan suasana dengan menyajikan beragam jajanan khas kota industri Perawang, mulai dari kopi aren, hingga cemilan kekinian.
Tak tanggung-tanggung, perputaran uang pagi itu ditaksir mencapai Rp50 juta dalam satu kegiatan itu.
“Kami sangat terbantu. Dagangan cepat habis, dan suasana ramai yang rutin seperti ini jarang kami temui sebelumnya,” ungkap Rani (29), penjual minuman segar yang rutin berjualan di lokasi CFD setiap akhir pekan.
Momen positif itu juga dimanfaatkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Dipimpin Kanit Regident Ipda Ariawan Karim Siregar, para personel membaur dengan warga sambil membagikan brosur tertib berlalu lintas dan snack gratis bagi peserta yang usai berolahraga.
“Kami ingin hadir dengan cara yang humanis. Edukasi berlalu lintas bukan hanya di jalan, tapi juga di tengah masyarakat yang sedang beraktivitas santai,” ujar Ipda Ariawan saat berbincang dengan awak media.
Menurut Alumni SIP 52 itu, kegiatan serupa ini juga sejalan dengan semangat Polisi Presisi yang menekankan kedekatan, pelayanan, dan empati kepada masyarakat.
“Kehadiran kami bukan untuk menegur, tapi untuk mengingatkan dengan cara yang
menyenangkan. Kami dari Polres Siak berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” timpalnya.
Senada dengan itu, Kasat Lantas Polres Siak, AKP Kaliman Siregar, menilai pendekatan serupa ini jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang tertib berlalu lintas.
“Saat masyarakat senang dan rileks, pesan moral lebih mudah diterima. Kita ingin angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Siak terus menurun, dan salah satu jalannya adalah dengan pendekatan sosial seperti ini,” kata anak buah AKBP Eka Ariandy putra itu.
Tak hanya menyebarkan pesan tertib lalu lintas, Polantas juga terlihat menyapa anak-anak dengan cara unik, mengenakan helm mini dan memberikan bingkisan kecil agar mereka sejak dini mengenal pentingnya keselamatan di jalan raya.
Aksi Polantas Polres Siak ini sontak mencuri perhatian warga. Banyak yang mengabadikan momen kebersamaan itu lewat ponsel dan membagikannya di media sosial.
Kemeriahan CFD Tualang pagi itu menjadi potret bahwa perubahan gaya hidup sehat bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran sosial dan ekonomi masyarakat.
Di balik keringat dan tawa warga, tersimpan semangat yang kuat untuk membangun Tualang dan Siak pada umumnya untuk lebih sehat, aman, dan tertib.
“Kami ingin CFD ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga jadi wadah kebersamaan dan kepedulian,” pungkas Ipda Ariawan menyudahi.








