Kampar, ~ Elemen masyarakat Tapung Hilir bersama Petani Swasembada Pangan Riau dan organisasi Pormas MKGR menggelar aksi “Vonis Rakyat” di Dusun IV Plambayan, Desa Kotagaro, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Senin (3/11/).
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap lambannya respons pemerintah daerah maupun pusat terhadap program swasembada pangan.
Ketua Petani Swasembada Pangan Riau, Ir. Julius Sitepu, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto pada 19 Oktober 2025. Surat tersebut berisi harapan agar pemerintah memberi perhatian terhadap pelaksanaan program swasembada pangan yang telah mereka jalankan sejak November 2024.
Selain ke presiden, laporan juga telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum terkait lahan sawah seluas 1.000 hektar yang sudah disiapkan di pinggir Sungai Buluh, Desa Kotagaro.
Sayangnya, hingga kini belum ada tindak lanjut ataupun bantuan yang diberikan.
“Sebanyak 500 petani kini mulai gusar dan meragukan keseriusan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, dalam mendukung swasembada pangan,” ujar Julius Sitepu.
Bahkan, muncul kabar dari kalangan birokrat bahwa kegiatan tersebut tidak mendapat dukungan karena tidak ada alokasi anggaran.
Program cetak sawah yang digagas oleh MKGR ini seharusnya menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kendati demikian para petani justru menghadapi intimidasi di lapangan. Pada 21 September dan 5 Oktober 2025, sekelompok orang yang disebut sebagai security bersama tukang pukul mendatangi lokasi petani.
Kondisi tersebut membuat masyarakat menilai pemerintah daerah terkesan tidak berpihak kepada petani, bahkan dianggap seolah melakukan pembangkangan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Sebagai langkah terakhir, para petani bersama elemen masyarakat sepakat untuk mengambil sikap tegas melalui “Vonis Rakyat” terhadap pihak-pihak yang dianggap menghambat program swasembada pangan.
“Solusi harus segera dicari. Kami akan nyatakan siapa saja yang mencoba menghadang pelaksanaan swasembada pangan,” tegas Ir. Darma Nova Siregar, selaku koordinator lapangan. “Tunggu saja tanggal mainnya.”






