Pesona Budaya Melayu Sempena HUT ke-68 Riau, Tokoh Nasional Titip Doa dan Harapan

Pesona Budaya Melayu Sempena HUT ke-68 Riau, Tokoh Nasional Titip Doa dan Harapan

Fadli Zon dan May Jen Pol M.Iqbal Diperayaan HUT ke-68 Provinsi Riau

Pekanbaru – Semarak warna-warni kain songket, senyum hangat, dan denting musik tradisional Melayu menyelimuti suasana malam di Jalan Sultan Syarif Kasim, Jumat (8/8) malam.

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Riau, yang dirangkai dengan Pekan Budaya Melayu Serumpun, menjadi daya tarik tersendiri bagi tokoh-tokoh nasional yang hadir memberikan ucapan dan doa bagi Bumi Lancang Kuning.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, tampil mempesona mengenakan busana Melayu. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh masyarakat Riau dan rumpun Melayu.

“Dirgahayu Riau yang ke-68. Tahniah kepada seluruh masyarakat yang dengan penuh cinta menjaga dan mengembangkan budaya ini. Semoga Riau semakin maju, khususnya di sektor kebudayaan,” ungkapnya.

Fadli Zon juga bilang bahwa Pekan Budaya Melayu Serumpun bukan sekadar pesta rakyat, akan tetapi juga sebuah momen yang mengikat rasa persaudaraan dan memperkuat jati diri bangsa.

“Mari jadikan ini momentum untuk bersatu dan bertumbuh dalam budaya. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi bekal kita melangkah ke masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPD RI, Komjen Mohammad Iqbal, hadir dengan baju Melayu ungu berpadu tanjak dan songket bernuansa emas, simbol kebanggaan terhadap akar tradisi.

Mantan Kapolda Riau itu juga menyampaikan rasa haru dan kedekatan emosionalnya dengan provinsi ini.

“Riau sudah seperti kampung saya. Saya pernah bertugas di sini sejak tahun 2000–2005, lalu kembali pada 2022–2025. Walaupun lahir di Palembang, hati saya tertambat di Riau,” tuturnya.

Iqbal pun tak lupa menitipkan doa untuk kemajuan Riau di segala lini, mulai dari pembangunan, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Riau semakin gemilang, masyarakat sejahtera, pemimpin amanah, dan kita semua kompak menjaga negeri ini,” pesannya.

Malam itu, sorot lampu panggung memantulkan kilau kain songket dan gemerlap senyum warga. HUT ke-68 Provinsi Riau tak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga penanda akan betapa kayanya budaya Melayu yang terus hidup di hati masyarakatnya.

Exit mobile version