Potret Tumpukan Sampah di Samping Terminal Lama Kecamatan Tualang
Siak.– Masalah sampah di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kembali mencuat. Meski berbagai upaya telah dilakukan, tumpukan sampah masih terus muncul di sejumlah titik, khususnya di bahu jalan samping terminal lama atau Kantor UPT dinas Perhubungan setempat.
Hal ini mendapat perhatian serius dari Bupati Siak, Dr. Afni Z, bahkan sang Bupati membuat sayembara untuk menangkal perilaku membuang sampah sembarangan.
Fenomena sampah di Tualang dianggap bukan semata persoalan teknis, seperti kurangnya fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau kelalaian petugas.
Kendati demikian, menurut Bupati Afni, hal ini lebih kepada persoalan perilaku buruk dan kurangnya rasa tanggung jawab.
“Baru saja dibersihkan, sudah ada yang buang sampah lagi di tengah jalan. Padahal tong sampah ada dan masih kosong. Ini bukan soal fasilitas lagi, tapi soal sikap,” kesal Bupati Afni saat dimintai keterangan, Rabu (18/6).
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Siak kini mengambil langkah tegas. Selain melibatkan jajaran internal seperti pihak kecamatan, kelurahan dan Satpol PP, Bupati juga mengajak masyarakat luas untuk ikut serta menjadi bagian mencari solusi.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mencemari lingkungan, tapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan kenyamanan warga.
“Sampah kalau tidak dikelola bisa jadi bencana. Tapi kalau kita kelola dengan baik, dia bisa jadi berkah. Kita harus mulai dari kesadaran bersama,” tambah Afni.
Bupati Afni mengeluarkan sayembara terbuka bagi warga. Siapa saja yang berhasil mendokumentasikan warga yang membuang sampah sembarangan, bakal mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
“Saya buat sayembara. Kalau ada yang bisa dapat foto atau video warga yang buang sampah sembarangan, akan saya kasih hadiah sebagai ucapan terima kasih. Ini bukan untuk mempermalukan, tapi untuk menumbuhkan kesadaran,” katanya.
Tidak hanya itu, beberapa arahan juga telah diberikan kepada jajaran di bawahnya:
1. Penindakan tegas terhadap pelanggaran jika sudah ada dasar hukum (Perda).
2. Sosialisasi intensif oleh camat dan lurah kepada warga.
3. Penempatan petugas Satpol PP di titik-titik rawan, bahkan jika perlu dengan sistem piket.
4. Pembahasan khusus mengenai budaya sadar lingkungan sepulang Bupati dari kegiatan retreat.
Sayembara ini berlaku secara langsung, khususnya di wilayah Kecamatan Tualang dan sekitarnya, mulai minggu ini.
Afni yang merupakan seorang aktifis lingkungan itu berharap, langkah ini bisa membangun gerakan bersama menuju Kabupaten Siak yang bersih dan bisa mencerminkan Kabupaten yang meraih Adipura. (infotorial)








