Pengamat UIR Sebut Publik Harus Kawal Seleksi Sekda Siak agar Bebas KKN

Pengamat UIR Sebut Publik Harus Kawal Seleksi Sekda Siak agar Bebas KKN

Lelang Jabatan Sekda Siak

Siak – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak memasuki tahap krusial. Empat nama tercatat resmi mendaftar sebagai kandidat, yakni Ali Amran,  Mahadar, Novendra Kasmara, serta Romy Lesmana Dermawan.

Pengamat kebijakan publik Universitas Islam Riau (UIR), Dr. Dia Meirina Suri, menilai posisi Sekda sangat strategis dalam menggerakkan birokrasi, terutama pada kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi defisit anggaran.

“Sekda itu adalah motor penggerak birokrasi. Ia menjembatani visi misi kepala daerah dengan perangkat daerah teknis. Dalam kondisi defisit anggaran, seorang Sekda harus mampu mengarahkan OPD agar tetap produktif dengan memprioritaskan program-program penting, serta memahami disiplin fiskal,” jelas Dr. Dia, Selasa (20/8/2025) petang.

Menurut Akademisi asal Payakumbuh Sumatera Barat itu, kompetensi paling krusial yang harus dimiliki seorang Sekda di era tata kelola pemerintahan sekarang adalah kepemimpinan strategis, manajerial, serta inovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat.

Dr. Dia juga bilang terkait pentingnya peran publik dalam mengawasi proses seleksi. Transparansi tahapan menjadi hal yang mutlak agar proses terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Masyarakat berhak ikut mengawasi jalannya seleksi. Pengawasan independen juga perlu dilibatkan, dan publik bisa memberikan masukan bila ada rekam jejak yang dianggap bermasalah,” ungkapnya.

Keterbukaan ini, lanjut Dr. dia, sangat penting untuk memastikan Sekda terpilih adalah figur yang benar-benar berintegritas.

Terkait indikator utama dalam menilai integritas calon Sekda, Dr. Dia menekankan beberapa hal yang tidak bisa ditawar.

“Yang paling penting adalah rekam jejak yang bersih, komitmen pada transparansi, serta penilaian positif dari masyarakat dan kolega kerja. Calon Sekda harus menunjukkan kinerja berbasis tanggung jawab, bukan sekadar administratif,” tutupnya.

Sejauh ini, proses seleksi Sekda Siak masih berlangsung, dan masyarakat diharapkan dapat aktif mengikuti perkembangan untuk memastikan bahwa pemimpin birokrasi daerah ke depan memiliki kualitas yang sesuai harapan.

Exit mobile version