Potret Kontainer Pelaku UMKM Menjajakan Dagangan di Taman Motuyoko
SIAK – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Taman Motuyoko, Perawang, mengadukan nasib mereka terkait biaya sewa yang mencekik kepada Bupati Siak, Afni, seusai kegiatan Car Free Day, Ahad (10/8) pagi.
Pagi itu, Bupati Afni berkeliling menyapa para pedagang di taman yang menjadi kebanggaan warga Kota Industri tersebut.
Saat berdialog, salah seorang pelaku UMKM, yang mengaku bernama Yanti, mengungkapkan bahwa biaya sewa kontainer sebagai tempat berjualan dirasa masih memberatkan para pedagang.
“Sewa kontainer di sini sangat berat bagi kami setiap bulannya. Dulu pertama kali Rp650 ribu, ditambah uang listrik Rp50 ribu. Sekarang memang turun menjadi Rp450 ribu, tapi kami tetap kesulitan membayar,” ujar wanita berkerudung itu.
Menanggapi hal itu, Bupati Afni memberikan semangat kepada para pelaku UMKM dan menyampaikan rencana Pemkab Siak untuk merelokasi Taman Motuyoko agar lebih nyaman dan berpihak kepada pedagang.
“Kami ingin memastikan taman ini tetap hidup, memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga tidak membuat pelaku UMKM terbebani. Relokasi nanti akan diatur sebaik mungkin,” kata Afni.
Selain itu, Bupati Afni juga bilang bahwa saat ini Pemkab Siak tidak lagi membangun gedung-gedung besar, melainkan akan gencar membangun fasilitas publik yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Kepada Camat Tualang, Mursal, Afni juga menginstruksikan agar anggaran pembersihan taman ditambah dalam rangka relokasi, dengan melibatkan anak muda tempatan sebagai pekerja nantinya.
Kedepan, Afni berharap kehadiran Taman Motuyoko tetap dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Siak, namun dengan sistem sewa yang lebih terjangkau dan tidak memberatkan pelaku UMKM.






