Panglima TNI Naikkan Pangkat 20 Kolonel Jadi Brigadir Jenderal

Panglima TNI Naikkan Pangkat 20 Kolonel Jadi Brigadir Jenderal

JAKARTAPanglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan langkah strategis dalam tubuh TNI. Sebanyak 20 perwira menengah berpangkat Kolonel resmi naik jabatan dan akan segera menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) setelah mendapatkan promosi jabatan pada akhir September 2025.

Keputusan  ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditetapkan pada Selasa, 30 September 2025.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mutasi, rotasi, dan promosi terhadap 286 perwira TNI yang telah dievaluasi secara menyeluruh oleh Markas Besar TNI.

Dalam keterangan resminya, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa promosi jabatan dan kenaikan pangkat tersebut bukanlah bentuk penghargaan semata, melainkan hasil dari dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas yang telah terbukti.

“Kenaikan ini bukan hadiah, tapi amanah. Pangkat boleh naik, tapi tanggung jawab juga ikut bertambah. Saya ingin semua perwira yang dipromosikan menjaga integritas dan terus berkontribusi untuk negara,” ujar Agus di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (15/10) lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah perwira yang naik pangkat di antaranya adalah Kolonel Inf. Agustatius Sitepu yang kini menjabat sebagai Dirlat Kodiklat TNI, menggantikan Brigjen TNI Rudi Hermawan. Lalu ada Kolonel Inf. Wisnu Herlambang yang dipercaya sebagai Pa Sahli Tk II LH Sahli Bidang Wassus dan LH Panglima TNI, menggantikan Brigjen TNI Asep Ridwan.

Selain itu, Kolonel Arm. Rico Ricardo Sirait menempati posisi strategis sebagai Karo Infohan Setjen Kemhan, menggantikan Brigjen TNI Frega F. Wenas. Kolonel Inf. Ali Aminudin kini dipercaya menjadi Dir Rahkomhan Ditjen Strahan Kemhan, sementara Kolonel Inf. Andree Saputro menjabat sebagai Danpusdikter Pusterad, menggantikan Brigjen TNI Boemi Ario Bimo.

Panglima TNI menilai promosi ini adalah bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan karier di tubuh TNI yang berbasis meritokrasi.

Ia bilang, setiap jabatan baru harus dijalankan dengan visi profesionalisme dan dedikasi tinggi terhadap kedaulatan negara.

“Tidak ada kompromi dalam hal kinerja dan loyalitas. Semua jabatan adalah hasil penilaian objektif dari prestasi dan tanggung jawab yang telah dijalankan,” tegas Jenderal Agus.

Langkah rotasi dan promosi ini juga disebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi agar roda komando dan pelaksanaan tugas di lingkungan TNI tetap dinamis dan adaptif terhadap perkembangan global, termasuk tantangan pertahanan di era digital dan geopolitik modern.

Para perwira yang naik jabatan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga soliditas internal dan meningkatkan profesionalitas prajurit di satuannya masing-masing.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa TNI terus bertransformasi menuju institusi yang modern, transparan, dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Kita butuh pemimpin yang tangguh di setiap lini. TNI harus selalu menjadi benteng pertahanan dan kebanggaan bangsa. Jabatan ini adalah kepercayaan rakyat, bukan sekadar tanda pangkat di pundak,” tutup Panglima TNI.

Exit mobile version