C R 7
Jakarta – Mantan pemain Osasuna, Walter Pandiani, mengenang salah satu momen panas ketika berhadapan dengan Cristiano Ronaldo di LaLiga.
Dalam ingatannya, Pandiani menilai Ronaldo sebagai sosok luar biasa di lapangan, namun kurang menyukai sikapnya di luar permainan.
Pandiani beberapa kali berhadapan dengan Ronaldo saat masih membela Osasuna, Espanyol, dan Villarreal, kala CR7 berseragam Real Madrid.
Salah satu pertemuan paling diingat terjadi pada Januari 2011, ketika Osasuna menjamu Madrid di Stadion El Sadar.
Situasi memanas setelah Ronaldo mendorong pemain Osasuna, Javier Camunas, hingga memicu keributan kecil di lapangan. Pandiani pun turun tangan untuk membela rekan setimnya.
“Waktu itu atmosfer stadion memang sangat panas. Fans bersiul sejak Ronaldo melakukan pemanasan, dan dia terlihat kesal. Dia bahkan sempat menendang bola ke arah tribun,” ujar Pandiani dalam wawancaranya bersama AS Diario, Senin (18/8).
Menurut Pandiani, insiden itu berlanjut dengan adu argumen di lapangan.
“Ketika saya membela Camunas, Ronaldo bertanya siapa saya dan berapa gaji saya. Saya merasa tidak nyaman dengan cara dia berbicara,” katanya.
Pertikaian sempat berlanjut hingga ke terowongan menuju ruang ganti, melibatkan juga Sergio Ramos.
“Saya sangat marah saat itu, begitu juga mereka. Cristiano memang pencetak gol luar biasa, tetapi saya tidak menyukai sikapnya. Dia terlihat arogan,” lanjutnya.
Pandiani juga menyinggung komentar pelatih Madrid kala itu, Jose Mourinho, yang sempat mengatakan dirinya mencari publisitas gratis.
“Komentar itu membuat saya kecewa, karena saya merasa sudah bekerja keras di sepakbola,” ujarnya.
Pertandingan sendiri berakhir manis bagi Osasuna. Tim tuan rumah menang tipis 1-0, lewat gol tunggal yang dicetak Camunas, pemain yang sebelumnya sempat bersitegang dengan Ronaldo.














