Ketua DPC Grib Jaya Kabupaten Siak Anto Klink (ist)
Siak – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Grib Jaya Kabupaten Siak, Aprianto Umar, yang akrab disapa Anto Klink, menyayangkan dan mengecam tindakan kekerasan yang menimpa seorang warga Kecamatan Kandis. Peristiwa ini terjadi setelah warga tersebut diduga terlibat dalam pencurian brondolan sawit di perkebunan PT IVO MAS, Kandis Sabtu (19/10) lalu.
Korban, Nababan (24), yang diduga mencuri brondolan sawit, kini berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit. Menurut informasi yang beredar, korban mengalami kekerasan fisik dari pihak keamanan perusahaan yang menangkapnya.
Anto Klink, mengungkapkan bahwa korban merupakan bagian dari keluarga besar organisasi Grib Jaya Kabupaten Siak. Anto menegaskan, organisasi yang dai pimpin tidak akan tinggal diam atas perlakuan yang dianggap tidak manusiawi tersebut.
“Kami sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak keamanan perusahaan. Ini adalah masalah yang serius dan harus ditangani secara adil,” kata Anto Klink.
Ketua ormas binaan presiden Prabowo dengan ketumnya Herculesitu itu juga meminta agar pihak kepolisian dalam hal ini Polres Siak segera mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut. Menurutnya, meski Nababan diduga melakukan pencurian, tindakan kekerasan bukanlah solusi.
“Jika memang terbukti bersalah, seharusnya pelaku diserahkan kepada pihak yang berwenang, bukan dihakimi dengan kekerasan. Hukum harus ditegakkan dengan cara yang benar,” tegas Anto Klink.
Anto Klink juga bilang, pentingnya menjaga hak asasi manusia dalam penanganan pelanggaran hukum. Pria 51 tahun itu menilai, setiap warga negara, termasuk mereka yang diduga melakukan tindak pidana, tetap berhak mendapatkan perlindungan dari tindakan yang melampaui batas kewajaran apa lagu diperlakukan dengan tidak manusiawi.
“Ini soal kemanusiaan, bukan hanya soal hukum. Siapa pun yang melanggar hukum harus diproses sesuai aturan, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Anto Klink berencana mendatangi pihak PT IVO MAS untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas kejadian ini. Anto berharap perusahaan dapat bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah ini secara bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar, yang mengharapkan adanya keadilan bagi semua pihak.











