Ops Antik 2025: Polres Siak Ungkap 35 Kasus dengan Barbuk Sabu, Extasi Hingga Ganja

Ops Antik 2025: Polres Siak Ungkap 35 Kasus dengan Barbuk Sabu, Extasi Hingga Ganja

SIAK – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 35 kasus tindak pidana narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik Lancang Kuning 2025.

Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan, bahkan lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang hanya mencatat 30 kasus.

Pengungkapan tersebut berlangsung sepanjang periode operasi antik 2025 Polres Siak.

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum dari Kasat Narkoba Polres Siak, AKP Tony Armando, Satresnarkoba berhasil menangani 14 perkara, disusul Polsek Tualang dengan 4 perkara, Polsek Minas 3 perkara, Polsek Kandis 3 perkara, Polsek Bunga Raya 2 perkara, Polsek Sungai Apit 2 perkara, Polsek Sabak Auh 1 perkara, Polsek Koto Gasib 1 perkara, Polsek Lubuk Dalam 2 perkara, Polsek Kerinci Kanan 2 perkara, serta Polsek Sungai Mandau 1 perkara.

Dari hasil operasi Antik tahun ini, anak buah AKBP Eka Ariandy berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat lebih kurang 161 gram, 28 butir pil ekstasi, daun ganja kering seberat 17,5 gram, serta uang tunai senilai Rp12,5 juta yang diduga hasil transaksi narkoba.

Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasat Narkoba AKP Tony Armando mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran dalam menekan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Siak.

“Kita berhasil mengungkap 35 perkara. Angka ini bukan hanya memenuhi target, tetapi melampaui target yang ditetapkan. Ini membuktikan keseriusan Polres Siak dalam memberantas narkoba,” kata AKP Tony Armando, Jumat (3/10).

Masih kata, AKP Tony, pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian khsusnya di Negeri istana dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang merusak generasi muda.

“Barang bukti sabu, ganja, hingga ekstasi yang kita amankan ini jika beredar di masyarakat bisa menghancurkan masa depan banyak orang. Karena itu, kami tidak akan kompromi terhadap pelaku dan sindikat narkoba,” timpalnya.

AKP Tony juga bilang, bahwa ukuran keberhasilan Polres Siak bukan semata-mata banyaknya kasus narkoba yang berhasil diungkap, melainkan terciptanya kondisi masyarakat yang benar-benar bersih dari peredaran barang haram tersebut.

“Keberhasilan kami bukan diukur dari seberapa banyak menangkap pelaku narkoba, tapi bagaimana angka peredaran narkoba di Negeri Istana bisa zero, bersih, dan bebas narkoba. Itulah tujuan utama kami,” tegasnya.

Kasat Narkoba juga menyampaikan apresiasi dan pujian kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi Antik tahun ini.

Ia berharap agar jajaran tetap solid, profesional, dan tidak tergoda untuk berkhianat dengan melindungi atau bekerja sama dengan jaringan narkoba.

“Saya ingatkan, jangan pernah ada anggota yang bermain-main dengan narkoba. Itu sama saja menjadi penghianat bangsa. Personel Polres Siak harus berdiri di barisan terdepan melawan narkoba, bukan malah berkolaborasi dengan penjahatnya,” tegas AKP Tony.

Selain mengamankan pelaku dan barang bukti, Polres Siak juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Menurut Tony, pencegahan dianggap sebagai upaya penting untuk memutus rantai peredaran narkotika di Kabupaten Siak.

AKP Tony menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun lembaga pendidikan untuk membangun benteng pertahanan sosial terhadap bahaya narkotika.

“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan polisi. Semua elemen harus terlibat, agar kita benar-benar bisa menyelamatkan generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan Ops Antik Lancang Kuning 2025 Polres Siak tahun ini, menjadi bomerang bagi para pelaku kejahatan narkoba agar tidak mencoba-coba bermain di wilayah hukum Polres Siak.

“Kami pastikan, siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas tanpa pandang bulu. Tidak ada ruang bagi sindikat narkoba di Bumi Melayu, apalagi di Kabupaten Siak,” tutup AKP Tony Armando memungkasi.

Exit mobile version