London. – Bursa transfer musim panas semakin panas. Liverpool dikabarkan sudah tidak lagi menaruh minat untuk mendatangkan dua gelandang muda incaran banyak klub, Carlos Baleba (Brighton) dan Adam Wharton (Crystal Palace).
Kabar ini membuka peluang lebar bagi Manchester United yang memang sudah lama dikaitkan dengan kedua pemain tersebut.
Langkah Liverpool ini mengisyaratkan perubahan strategi. The Reds, menurut laporan yang berkembang, tidak lagi menjadikan gelandang bertahan sebagai prioritas utama. Sebaliknya, klub yang bermarkas di Anfield itu ingin menambah kekuatan pada lini serang.
“Liverpool saat ini fokus ke pemain dengan profil menyerang, bukan tipe bertahan seperti Baleba atau Wharton,” ungkap seorang sumber internal klub.
Kabar tersebut jelas menjadi berita baik bagi Manchester United. Pasalnya, Adam Wharton sudah lama masuk dalam radar Setan Merah. Bahkan jurnalis Ben Jacobs kepada The United Stand menegaskan, “Saya yakin sudah ada semacam kesepakatan longgar yang bisa mempermudah Wharton hengkang dari Crystal Palace di musim panas. United tidak akan sendirian mengejar, tapi setidaknya mereka tidak lagi bersaing dengan Liverpool.”
Sementara itu, soal Carlos Baleba, masalah utama justru ada pada harga. Brighton mematok valuasi tinggi, nyaris setara dengan mahar Moisés Caicedo ketika diboyong Chelsea. United sempat menghabiskan waktu di bursa transfer lalu untuk riset latar belakang gelandang 20 tahun tersebut.
Namun, biaya selangit membuat langkah serius terhambat. “Brighton tahu kualitas Baleba, jadi mereka tidak akan melepas murah. Klub manapun pasti berpikir ulang,” ujar Jacobs menambahkan.
Bagi United, situasi ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, lini tengah mereka belum benar-benar mapan. Casemiro mulai kehilangan mobilitas, Ugarte masih beradaptasi, dan wonderkid Kobbie Mainoo merasa posisinya belum sepenuhnya aman.
Namun di sisi lain, Ruben Amorim memilih untuk lebih memprioritaskan lini depan setelah musim lalu timnya kesulitan mencetak gol.
Strategi Amorim itu terlihat dari fokus United pada perburuan penyerang. Nama-nama seperti Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo menjadi target utama. Namun, jika semua tenaga diarahkan ke depan, maka risiko lini tengah tampak tipis.
“United tidak bisa berpura-pura lini tengahnya sudah cukup kuat. Itu sektor yang bisa jadi masalah,” tulis laporan media Inggris.
Pertanyaan besar kini adalah apakah United akan bertindak cepat atau kembali terlambat. Bukan sekali dua kali mereka disebut sebagai pengagum pemain, tetapi akhirnya gagal mengamankan tanda tangan target yang diincar. Pengalaman panjang selama 18 bulan terakhir membuat fans khawatir klub hanya sibuk memantau tanpa berani mengeksekusi.
Kondisi semakin kompleks karena pesaing lain berpotensi ikut campur. Chelsea, Manchester City, bahkan Bayern Munchen disebut bisa saja masuk dalam antrean jika ada peluang nyata. Bagi United, artinya waktu menjadi kunci. Apabila lambat, peluang besar bisa kembali hilang begitu saja.
Sementara Liverpool memilih jalur berbeda, United punya kesempatan untuk memantapkan arah pembangunan kembali skuad. Baleba maupun Wharton dianggap sebagai prospek jangka panjang, terutama karena usia mereka masih sangat muda. Menyandingkan salah satu dengan Mainoo bisa memberi warna baru di lini tengah.
Tak hanya di sektor gelandang, United juga mulai melirik posisi lain. Laporan Fichajes menyebut, klub kini mempertimbangkan mendatangkan bek tengah Maroko, Nayef Aguerd, dari Olympique Marseille. Langkah ini dipicu kekecewaan Amorim terhadap performa Harry Maguire dan Matthijs de Ligt yang dinilai belum konsisten.
“Aguerd punya pengalaman internasional dan bisa jadi solusi di lini belakang. Amorim ingin pemain yang langsung siap pakai,” ujar laporan tersebut.
Namun, keputusan akhir masih menunggu hasil diskusi internal antara manajemen dan pelatih.
Dengan peta transfer yang terus berubah, hanya waktu yang bisa menjawab apakah Manchester United akan berani mengambil langkah konkret pada Baleba atau Wharton. Satu hal yang pasti, mundurnya Liverpool memberi angin segar bagi Setan Merah untuk lebih leluasa bergerak di bursa transfer.






