Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

MTQ Riau ke-43 di Bengkalis Resmi Ditutup, Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah 2026

MTQ Riau ke-43 di Bengkalis Resmi Ditutup, Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah 2026

Sekda Prov Riau M Job Kurniawan Mewakili Gubri Bersama Bupati Bengkalis dan Kepala Daerah Lainnya Saat Malam Penutupan MTQ  ke-43 Provinsi Riau

Bengkalis,– Malam penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau yang berlangsung di Lapangan Pasir Andam Dewi, Bengkalis, Sabtu (6/7) malam, berlangsung penuh khidmat dan meriah.

Gelaran akbar yang telah berlangsung selama sepekan itu secara resmi ditutup dengan penyerahan estafet tuan rumah kepada Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai penyelenggara MTQ ke-44 tahun 2026 mendatang.

Penetapan Kuansing sebagai tuan rumah selanjutnya ditandai dengan pembacaan Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts.622/VII/2025 oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan.

Serah terima dilakukan secara simbolis dengan penyerahan bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kepada Asisten III Kuansing, Rustam.

Tak hanya menetapkan tuan rumah untuk tahun depan, Provinsi Riau juga telah menjadwalkan pelaksanaan MTQ hingga tahun 2030 mendatang.

Setelah Kuansing, Rokan Hulu akan menjadi tuan rumah MTQ ke-45 pada 2027, diikuti Indragiri Hilir (2028), Pelalawan (2029), dan Pekanbaru (2030).

Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan MTQ ke-43 ini.

“Alhamdulillah, selama sepekan pelaksanaan, kita telah menyaksikan 852 peserta dari seluruh kabupaten/kota berlaga dalam delapan cabang dan 17 golongan,” kata Kasmarni.

Tak lupa Bupati Kasmarni mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah, Gubernur Riau, Kementerian Agama, TNI-Polri, jajaran LPTQ, para majelis hakim, hingga panitia penyelenggara.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan atau kendala teknis yang dirasakan.

“Kami yakin dan percaya, MTQ bukan semata ajang kompetisi, tapi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperdalam kecintaan terhadap Alquran. Mari kita jaga semangat ini agar terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Kasmarni.

Acara penutupan malam itu menjadi momen penuh haru dan harapan. Dengan berakhirnya MTQ ke-43, semangat untuk terus menanamkan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan sosial diharapkan kian tumbuh dan berkembang.

“Mari bersama kita berdoa dan berikhtiar, semoga MTQ ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, tetapi memberi bekas dalam jiwa umat. Semoga masyarakat kita semakin mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Alquran dalam keseharian,” pungkas Kasmarni menyudahi.

Untuk selanjutnya Kabupaten Kuantan Singingi bersiap untuk melanjutkan tradisi keislaman yang penuh makna, sekaligus mempersembahkan yang terbaik bagi pelaksanaan MTQ ke-44 tahun depan.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png