Vietnam — Kisah seorang petani berusia 81 tahun bernama Thai Ngoc kembali menjadi sorotan setelah ia mengaku tidak pernah tidur sejak tahun 1962, usai mengalami demam tinggi.
Meski terdengar mustahil secara medis, Ngoc tetap menjalani aktivitas fisiknya seperti orang normal bahkan pada usianya yang telah lanjut.
Kisah luar biasa datang dari Vietnam. Seorang petani bernama Thai Ngoc, kini berusia 81 tahun, mengaku tidak pernah tidur sejak tahun 1962. Ia mengatakan kondisi itu muncul setelah dirinya terserang demam tinggi puluhan tahun lalu.
“Saya tidak pernah memejamkan mata lagi sejak sembuh dari demam itu,” ujar Ngoc kepada sejumlah jurnalis yang datang ke desanya. Meski begitu, ia tetap menjalani aktivitas berat sebagai seorang petani.
Pada tahun 2023, seorang YouTuber datang ke rumah Ngoc untuk menguji kebenaran kisahnya. Orang itu mengawasi Ngoc sepanjang malam. Hasilnya, Ngoc benar-benar tidak terlihat tidur sedetik pun.
“Dia menghabiskan malam dengan membuat arak beras dan merawat ladang. Tidak ada tanda-tanda ia mengantuk,” kata YouTuber tersebut dalam laporannya.
Kesaksian keluarga dan tetangga pun menguatkan cerita itu. Mereka mengaku tidak pernah sekalipun melihat Ngoc tidur.
“Sejak saya kecil sampai sekarang, saya tidak pernah melihat dia tidur. Bahkan saat semua orang terlelap, dia masih bekerja atau duduk merokok,” kata salah satu tetangga.
Meski pola tidurnya tidak lazim, pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya gangguan serius pada tubuh Ngoc. Para ahli menduga ia mungkin mengalami micro-sleep, yakni tidur dalam durasi sangat singkat yang terjadi tanpa disadari. Namun, hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang berhasil merekamnya.
Tak hanya tak tidur, kebiasaan harian Ngoc juga mengejutkan. Ia masih bekerja setiap hari di ladang, merokok hingga 70 batang rokok, dan meminum arak beras seperti air minum.
“Saya merasa baik-baik saja. Tubuh saya terbiasa hidup seperti ini,” kata Ngoc.
Fenomena Ngoc terus menjadi misteri medis yang belum terpecahkan. Para ilmuwan menilai kasus ini layak diteliti lebih jauh untuk memahami kemungkinan adaptasi tubuh manusia pada kondisi ekstrem.








