Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Menyesal Usai Mabuk Tuak, Ikhsan Akui Rela Istri Dirudapaksa Sebelum Habisi Nyawa Teman Pria di Tualang

Menyesal Usai Mabuk Tuak, Ikhsan Akui Rela Istri Dirudapaksa Sebelum Habisi Nyawa Teman Pria di Tualang

SIAK — Pengakuan mengejutkan datang dari Ikhsan (44), warga Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

Pria yang dikenal pendiam ini akhirnya menyesali perbuatannya setelah membunuh teman prianya sendiri usai pesta minuman tuak.

Ironisnya, sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat merelakan istrinya dirudapaksa oleh korban yang juga sempat tidur bersama mereka.

Peristiwa memilukan itu diungkap Ikhsan secara langsung di hadapan awak media dalam konferensi pers di Mapolres Siak, Jumat (31/10).

Dengan suara lirih, mata sayu, dan kedua kakinya masih diperban akibat dilumpuhkan polisi, Ikhsan berulang kali mengucapkan kata penyesalan.

“Saya menyesal… semua terjadi di luar akal sehat saya waktu itu. Saya nggak sadar, karena sudah minum tuak satu teko lebih. Saya nggak tahu kenapa bisa sampai begini,” ujar Ikhsan di hadapan Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra.

Menurut pengakuannya, malam nahas itu bermula saat dirinya bersama korban meneguk minuman tradisional tuak di rumah Ikhsan.

Dalam keadaan mabuk, korban kemudian berbuat tak senonoh kepada istri Ikhsan, sementara Ikhsan Ikut Serta membantu korban merudapaksa istrinya. Pria asal Sumbar itu mengaku seperti kehilangan kendali dan membiarkan tindakan itu terjadi.

Namun sesaat setelah sadar dari mabuk, amarah dan rasa malu menguasai dirinya. Emosi memuncak membuatnya mengambil keputusan fatal, menghabisi nyawa korban dengan cara keji dan menguburnya di kebun singkong tak jauh dari rumah mereka.

“Saya gelap mata. Setelah sadar, saya baru tahu apa yang saya lakukan itu dosa besar. Saya nyesal seumur hidup,” katanya menunduk menahan sakit dikaki akibat peluru panas polisi.

Tragisnya, menurut keterangan polisi, aksi bejat dan pembunuhan itu terjadi saat dua anak Ikhsan sedang tertidur lelap di kamar belakang rumah. Mereka tidak mengetahui peristiwa kelam yang melibatkan kedua orang tua mereka dan korban yang dikenal sebagai teman akrab Ikhsan.

Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, menyebut kasus ini menjadi potret buram dari lemahnya kontrol diri dan pengaruh minuman keras terhadap moral seseorang.

“Ini bukan hanya kasus kriminal, tapi cerminan betapa lemahnya pondasi agama dan etika jika manusia dikuasai hawa nafsu,” tegasnya.

Kini, Ikhsan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis, termasuk pembunuhan berencana dan perbuatan cabul.

Sementara itu, istri dan anak pelaku kini mendapat pendampingan psikologis dari Polres Siak.

56 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png