JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk melakukan aksi besar-besaran dalam membersihkan praktik mafia di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai).
Langkah tegas itu akan dimulai dengan memburu pelaku penyelundupan barang yang selama ini merugikan negara triliunan rupiah setiap tahun.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Purbaya saat menjadi narasumber dalam talkshow “Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” yang tayang di Metro TV.
Dalam kesempatan itu, Purbaya berbicara terbuka tentang adanya permainan gelap di sektor perpajakan dan kepabeanan yang selama ini menghambat penerimaan negara.
“Kalau sektor riil saya jaga, barang-barang selundupan saya tutup. Yang suka main selundupan, saya tangkap,” tegasnya.
Purbaya menegaskan bahwa ia tidak akan segan menindak siapa pun yang terlibat dalam jaringan mafia tersebut, bahkan jika ada kekuatan besar di belakang mereka.
“Sebentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya tidak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya Presiden — dan Presiden paling tinggi, kan, di sini,” ujarnya dengan nada tegas yang disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Purbaya, pembersihan mafia penyelundupan akan dimulai dari sejumlah sektor yang paling banyak disusupi praktik ilegal, seperti rokok, tekstil, dan baja. Ia menyebutkan, langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga strategi untuk melindungi industri dalam negeri dari gempuran produk impor ilegal.
“Saya akan kejar satu per satu. Rokok, tekstil, baja, semua akan saya bersihkan,” katanya menambahkan.
Ia juga menyoroti dampak besar dari praktik penyelundupan terhadap penerimaan pajak dan pertumbuhan industri lokal.
Menurutnya, keberadaan barang selundupan membuat produk dalam negeri kalah bersaing dan menurunkan rasio pajak nasional.
“Kalau barang selundupan masih dibiarkan masuk, pajak kita bocor, industri lokal hancur,” ujar Purbaya.
Lebih jauh, Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak laporan tentang keterlibatan oknum internal di Ditjen Bea Cukai yang menjadi “backing” mafia penyelundupan.
“Saya pernah panggil orang Bea Cukai, dan mereka bilang sendiri, ada yang ikut membacking. Saya tidak akan biarkan itu terjadi terus,” tegasnya.
Dengan nada sinis namun penuh keyakinan, Purbaya juga menyinggung soal struktur kekuasaan di institusinya.
“Dirjen Bea Cukai saya itu kan jenderal bintang tiga. Nah, kalau bintang empat ikut membacking, saya langsung lapor ke Presiden,” ujarnya disambut gelak tawa sekaligus tepuk tangan dari audiens.
Purbaya memastikan, upaya bersih-bersih di Kementerian Keuangan ini tidak akan berhenti hanya pada tataran wacana. Ia menegaskan telah menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk audit internal dan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Kita akan sikat habis yang bermain. Negara ini butuh orang jujur, bukan pencuri berseragam,” tutupnya.






