Mees Hilgers Gagal Merapat ke Stade Brest
Jakarta,– Harapan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, untuk mencicipi atmosfer Liga Prancis musim ini harus tertunda.
Transfer dirinya dari FC Twente ke Stade Brest, yang sempat dikabarkan mencapai kata sepakat, akhirnya batal terealisasi pada penutupan bursa transfer musim panas 2025.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media asal Belanda, De Telegraaf, pada Selasa (2/9/2025) dini hari WIB. Menurut laporan tersebut, kedua klub—FC Twente dan Stade Brest—sebenarnya sudah menemukan jalan tengah.
Skema yang disepakati adalah peminjaman selama satu tahun dengan opsi pembelian permanen. Bahkan, demi memuluskan langkah ini, Hilgers disebut telah menyetujui perpanjangan kontrak semusim bersama Twente agar mekanisme transfer sesuai regulasi.
“Semua dokumen sebenarnya sudah selesai tepat waktu. Namun, proses tidak bisa dituntaskan karena Mees Hilgers tidak sempat menjalani tes medis secara lengkap sebagaimana diwajibkan federasi sepakbola Prancis. Akibatnya, transfer tersebut tidak dapat difinalisasi,” tulis De Telegraaf.
Penutupan bursa transfer Liga Prancis sendiri jatuh pada Senin (1/9/2025) pukul 20.00 waktu setempat atau Selasa (2/9/2025) pukul 01.00 WIB.
Keterbatasan waktu membuat Hilgers terpaksa menunda mimpinya bermain di kompetisi yang musim lalu menempatkan Stade Brest di Liga Champions.
Kegagalan ini membuat Hilgers urung menyusul rekannya sesama pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, yang justru resmi bergabung dengan LOSC Lille beberapa jam sebelumnya. Verdonk ditebus dengan nilai transfer sekitar 3 juta euro (sekitar Rp57 miliar) dari NEC Nijmegen dan telah menandatangani kontrak tiga tahun hingga 30 Juni 2028.
Kehadiran Verdonk menjadi sorotan, apalagi Lille musim ini juga diperkuat pemain-pemain bintang seperti Olivier Giroud dan Thomas Meunier. Di sisi lain, Hilgers masih harus menunggu kesempatan berikutnya untuk bisa tampil di level kompetisi yang sama.
“Sejujurnya cukup mengecewakan bagi Hilgers karena ia sudah mempersiapkan diri untuk tantangan baru di Prancis. Namun, begitulah dunia sepak bola, terkadang faktor di luar teknis bisa mengubah rencana yang sudah dirancang,” ujar seorang sumber dekat pemain kepada media Belanda.
Meski gagal hijrah ke Prancis, masa depan Hilgers belum sepenuhnya tertutup. Bursa transfer Liga Belanda masih terbuka hingga Selasa malam (2/9/2025) waktu setempat. Artinya, peluang untuk pindah ke klub Eredivisie lain masih tersedia.
Selain itu, Liga Belgia juga baru akan menutup jendela transfer sekitar sepekan lagi. Dengan kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan Hilgers menyeberang ke kompetisi negeri tetangga. Apalagi, dua pemain Timnas Indonesia lain Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy sudah lebih dulu merumput di sana.
“Belgia bisa menjadi alternatif realistis bagi Hilgers. Kompetisi di sana kompetitif, tetapi tetap memberi ruang bagi pemain seperti dirinya untuk berkembang. Beberapa klub besar masih aktif mencari bek tambahan, sehingga opsinya masih ada,” ungkap analis sepak bola Belanda, Hans Van Dijk.
Jika akhirnya bertahan di FC Twente, posisi Hilgers belum tentu aman. Klub asal Enschede itu telah mendatangkan dua bek baru, yakni Robin Propper dan Stav Lemkin, yang berpotensi mengurangi menit bermain Hilgers. Kondisi ini tentu bisa memengaruhi performanya, terutama karena ia kini juga menjadi bagian penting dalam skuad Timnas Indonesia.
Meski demikian, ada juga pandangan yang lebih optimistis. “Hilgers masih muda, baru 24 tahun. Bertahan semusim lagi di Twente bukan akhir dunia. Ia tetap bisa menunjukkan kualitasnya di Eredivisie, dan kesempatan untuk pindah ke liga lain akan selalu datang,” ujar mantan pemain Timnas Belanda, Theo Janssen, saat dimintai tanggapan.
Dengan segala dinamika ini, masa depan Hilgers masih berada di titik persimpangan. Pilihannya kini ada tiga: bertahan di Twente dengan risiko minimnya menit bermain, mencari peluang di klub Eredivisie lain, atau mencoba peruntungan di Belgia sebelum bursa ditutup.
Yang jelas, apa pun keputusan Hilgers dalam beberapa hari ke depan akan ikut memengaruhi kariernya bersama Timnas Indonesia. Sebagai bek dengan postur 185 sentimeter dan pengalaman bermain di Eropa, ekspektasi terhadapnya cukup besar untuk bisa menjaga konsistensi performa, baik di level klub maupun internasional.
Kini, publik sepak bola Indonesia hanya bisa menunggu langkah berikutnya dari Mees Hilgers, sambil berharap ia segera menemukan klub yang mampu memberinya kesempatan berkembang lebih jauh.






