Lomang dan Gelamai Jajanan Tradisional Kuansing Jadi Incaran Wisatawan di Festival Pacu Jalur 2025

Lomang dan Gelamai Jajanan Tradisional Kuansing Jadi Incaran Wisatawan di Festival Pacu Jalur 2025

Wisatawan Berbelanja Jajanan Tradisional Gelamai dan Lomang Tapai

Teluk Kuantan – Festival Pacu Jalur yang tengah berlangsung di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada 20–24 Agustus 2025, tak hanya menyajikan kemeriahan perlombaan jalur. Wisatawan juga dimanjakan dengan aneka jajanan tradisional khas Kuansing yang menjadi buruan untuk buah tangan.

Di antara jajanan yang paling banyak dicari adalah gelamai, kue khas berbahan tepung ketan, gula aren, dan santan yang teksturnya kenyal dan manis legit.

Kue ini kerap hadir di setiap perayaan besar di Kuansing, baik acara adat, hari raya, maupun penyambutan tamu.

“Proses memasak gelamai cukup lama supaya hasilnya kenyal dan tahan lama. Biasanya kami membungkus dengan daun pisang atau anyaman daun kelapa agar lebih menarik,” ujar Yati, salah seorang pedagang UMKM di kawasan Tepian Narosa, Kamis (21/8).

Selain gelamai, wisatawan juga ramai membeli lemang tapai yang dibungkus dalam batang bambu, serta kue belanak yang menjadi sajian khas di berbagai acara adat masyarakat Kuansing.

Ahmad, salah satu pengunjung asal Pekanbaru, mengaku selalu menunggu momen Pacu Jalur untuk membeli makanan khas ini.

“Kalau ke Kuansing pas Pacu Jalur, rasanya belum lengkap kalau tidak membawa pulang gelamai dan lemang tapai. Cocok sekali untuk oleh-oleh keluarga di rumah,” katanya.

Festival yang masuk dalam 110 iven unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RIini, kuliner tradisional Kuansing semakin dikenal luas oleh wisatawan. Tak hanya menjadi pelengkap acara, jajanan ini juga menjadi identitas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Exit mobile version