Siak  

Libur Panjang, Istana Siak Jadi Magnet Wisata Sejarah di Riau

Libur Panjang, Istana Siak Jadi Magnet Wisata Sejarah di Riau

Istana Siak Jadi Magnet Wisata Sejarah di Riau

SIAK – Momentum libur panjang atau long weekend yang berlangsung sejak Jumat (5/9) hingga Minggu (7/9) 2025 memberi angin segar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Siak.

Salah satu destinasi unggulan, Istana Siak  tetap menjadi primadona utama kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung selama libur panjang kali ini memang mengalami kenaikan jika dibandingkan hari biasa, namun tidak terlalu signifikan.

“Ada peningkatan kunjungan, tetapi tidak sampai membludak. Sampai siang ini tercatat sekitar 300 orang sudah berkunjung ke Istana Siak,” ungkap Tekad, Sabtu (6/9) petang.

Menurut Kadispar Siak itu, kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi kunjungan wisatawan untuk melakukan liburan.

Kendati demikian, Tekad tetap mengapresiasi antusias masyarakat yang memilih Siak sebagai destinasi wisata di long weekend kali ini.

“Mungkin faktor keuangan menjadi salah satu pertimbangan, tapi kami bersyukur Istana Siak masih menjadi destinasi favorit bagi masyarakat Riau,” timpalnya.

Selain Istana Siak, destinasi lain seperti Sky Walk dan Lift Jembatan Siak juga tetap terbuka untuk wisatawan.

Namun, kata Tekad, tingkat kunjungannya tidak menunjukkan lonjakan berarti.

“Wisatawan tetap datang, hanya saja jumlahnya stabil, tidak seperti ke Istana Siak yang lebih terlihat lonjakan,” jelasnya.

Tekad berpesan kepada seluruh wisatawan agar selalu menjaga kenyamanan bersama saat berada di kawasan wisata.

“Kami mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tetap menghormati nilai sejarah serta budaya yang ada di setiap destinasi,” tuturnya.

Ia juga bilang, menjaga keindahan destinasi wisata bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

“Dengan sikap peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal, wisatawan turut menjadi bagian dari upaya memajukan pariwisata Siak,” ucap Tekad.

Pemkab Siak sebagai pengelola juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan wisatawan melalui inovasi, promosi, dan penataan destinasi.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan, agar siapa pun yang datang ke Siak membawa pulang cerita yang indah,” ujarnya.

Lebih jauh, Tekad mengajak wisatawan untuk menjadikan liburan di Siak bukan sekadar perjalanan rekreasi, melainkan juga kesempatan mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang kental di bumi istana.

“Siak adalah tanah bersejarah yang menyimpan pesona luar biasa, mari bersama-sama kita lestarikan,” katanya.

Dinas Pariwisata Siak berharap ke depan sektor pariwisata bisa semakin tumbuh, menjadi daya tarik tersendiri, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM lokal.

“Pariwisata adalah wajah daerah, mari kita rawat dan kembangkan bersama,” pungkas Tekad Perbatas Setia Dewa memungkasi.

Exit mobile version