Lee Chong Wei Kembali ke BAM, Dukung Visi “Tangkis 2030” Menuju Kejayaan Bulu Tangkis Malaysia

Lee Chong Wei Kembali ke BAM, Dukung Visi “Tangkis 2030” Menuju Kejayaan Bulu Tangkis Malaysia

Datuk Seri Lee Chong Wei

MALAYSIA.~ Legenda bulu tangkis Malaysia, Datuk Seri Lee Chong Wei, resmi kembali bergabung dengan Persatuan Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

Namun kali ini, ia tidak hadir sebagai pemain atau pelatih, melainkan sebagai anggota dewan independen yang akan berperan dalam mengawasi kinerja serta kesejahteraan atlet.

Kabar ini diumumkan pada Sabtu (17/8) dalam pertemuan dewan di Akademi Badminton Malaysia (ABM). Penunjukan Chong Wei sejalan dengan peluncuran peta jalan baru BAM, yakni “Tangkis 2030”, yang menargetkan Malaysia menjadi salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia dalam lima tahun mendatang.

Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Chong Wei untuk mendukung visi besar ini.

“Saya menyampaikan visi saya untuk menjadikan Malaysia pusat kekuatan bulu tangkis dunia, dan saya berterima kasih atas dukungan anggota dewan, termasuk Chong Wei yang sudah tidak asing lagi bagi seluruh pecinta bulu tangkis,” ujar Tengku Zafrul.

Dalam perannya, Chong Wei diperkirakan akan ditempatkan di komite yang berkaitan dengan kinerja atlet. Tengku Zafrul menambahkan, perubahan struktur organisasi akan segera diselesaikan, paling lambat pada Oktober tahun ini.

“Dia sudah menjadi bagian dari dewan, dan akan ditempatkan di posisi yang relevan. Kami yakin masukan Chong Wei akan sangat penting bagi keberhasilan peta jalan ini,” lanjutnya.

Selain Chong Wei, tiga tokoh perusahaan juga turut dilantik sebagai anggota dewan independen, yakni Tan Sri Gooi Hoe Soon (keuangan), Datuk Sunil Abraham (hukum), serta Datuk Seri Shazalli Ramly (strategi branding dan media).

Melalui program “Road to Thomas Cup”, BAM memasang target ambisius: merebut kembali Piala Thomas 2026, meraih emas Olimpiade Los Angeles 2028, dan mencetak tiga pemain peringkat satu dunia.

Malaysia terakhir kali memenangkan Piala Thomas pada tahun 1992, dan harapan kini kembali digelorakan.

Meski sektor tunggal putra saat ini menghadapi tantangan akibat cedera Lee Zii Jia dan Ng Tze Yong, Tengku Zafrul tetap optimistis.

“Kami punya kekuatan di sektor ganda dan harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan strategi yang tepat, meski mungkin tertinggal di tunggal pertama, peluang masih terbuka lewat tunggal kedua dan pasangan ganda yang kuat,” jelasnya.

Direktur pelatihan tunggal nasional Kenneth Jonassen serta kepala ganda Rexy Mainaky juga hadir memberikan pandangan mereka dalam peluncuran peta jalan tersebut.

Dengan kehadiran Lee Chong Wei dan dukungan berbagai pihak, BAM berharap “Tangkis 2030”menjadi awal dari era baru kejayaan bulu tangkis Malaysia.

Exit mobile version