
SIAK riauexpose.com– Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam SiregarAKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar angkat bicara terkait runtuhnya lantai dua bangunan destinasi wisata bersejarah Tangsi BelandaTangsi Belanda di Kabupaten Siak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, bangunan lantai dua Tangsi Belanda tiba-tiba roboh.
Di mana pada saat itu rombongan studi tur SD IT Baitul Ridho, Kecamatan Lubuk Dalam sedang studi tur di sana.
Akibat kejadian itu, belasan pelajar SD IT Baitul Ridho Kecamatan Lubuk Dalam yang tengah berkunjung ke lokasi wisata harus dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi kejadian guna memastikan penanganan awal serta proses penyelidikan.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa runtuhnya bangunan tersebut,” ujar AKBP Sepuh.

Saat ditanya terkait kemungkinan penetapan tersangka dalam insiden tersebut, Kapolres tampak masih irit bicara dalam memberikan pernyataan.
“Masih jauh ke arah sana. Yang jelas, Polres Siak saat ini fokus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” katanya singkat.
Lebih lanjut, AKBP Sepuh mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Siak, mengingat banyak bangunan bersejarah yang usianya sudah cukup tua.
“Bangunan atau gedung destinasi wisata di Siak ini sebagian besar sudah berumur tua dan berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak dirawat dengan baik,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan pesan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan Kementerian Pariwisata agar segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk relokasi atau perbaikan bangunan-bangunan tua demi menjamin keselamatan pengunjung.

Menutup pernyataannya, AKBP Sepuh menitipkan pesan bijak bagi para wisatawan yang berkunjung ke Siak:
“Berwisata itu tentang menikmati keindahan, bukan mengabaikan keselamatan. Hati-hati melangkah, waspada melihat sekitar, karena keselamatan adalah oleh-oleh paling berharga dari sebuah perjalanan.”






