Siak  

Konflik Lahan di Siak Memanas, Dirut PT. SSL Seret Nama Chimpo

Konflik Lahan di Siak Memanas, Dirut PT. SSL Seret Nama Chimpo

Dirut PT.SSL Samuel Saat Mediasi di Kantor Bupati Siak, Sebut Nama Chimpo

Siak, – Sengketa agraria yang terjadi di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, menyeret nama seorang pengusaha kelapa sawit bernama Chimpo.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT.SSL, Samuel, saat mediasi yang dijembatani Pemerintah Kabupaten Siak Kamis(6/12) lalu di ruang rapat Indra Praja, Kantor Bupati Siak.

Menurut Samuel, pihaknya tidak pernah mencabut pohon sawit milik warga setempat. Ia menegaskan bahwa kebun sawit yang dimaksud merupakan milik Chimpo yang berada di atas lahan milik PT SSL.

“Kami tidak mencabut sawit warga. Itu kebun milik saudara Chimpo yang ditanam di atas lahan kami seluas lebih kurang 400 hektar,” ujar Samuel.

Samuel bilang bahwa Chimpo adalah pihak yang patut ditelusuri lebih lanjut oleh siapa pun yang ingin memahami duduk perkara sengketa ini.

“Siapa Chimpo, silakan cari tahu sendiri,” tambahnya.

Dari penelusuran awak media, Chimpo diketahui merupakan warga Tionghoa yang berdomisili di Pekanbaru.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Kampung Maredan Barat, Kecamatan Tualang, H. Al-Jufri.

“Benar, Chimpo tinggal di Pekanbaru. Ia juga memiliki kebun sawit di kampung kami, luasnya ratusan hektar,” kata Al-Jufri saat dikonfirmasi Jumat (13/6).

Al-Jufri menjelaskan bahwa dulunya Chimpo dikenal sebagai pengusaha kayu gelondongan. Dengan modal besar yang dimilikinya, ia kemudian beralih ke sektor perkebunan dengan membeli sejumlah lahan kosong di beberapa daerah di Kabupaten Siak.

“Dulunya dia main kayu log. Karena punya modal besar, dia beli lahan-lahan kosong untuk ditanami sawit,” jelasnya.

Meski bukan warga Siak, kehadiran Chimpo di Maredan Barat tetap memberikan dampak ekonomis. Puluhan warga diketahui bekerja di kebun milik Chimpo.

“Banyak warga kampung kami yang bekerja di kebun sawit milik Chimpo,” ujar Jufri.

Dugaan hubungan lama antara Chimpo dan Samuel juga sempat disinggung. Keduanya diketahui pernah bergerak di bidang usaha kayu log, sehingga dimungkinkan telah saling mengenal sejak lama.

Kendati demikian, ada persepsi dan dugaan masyarakat bahwa hubungan keduanya mengalami keretakan yang mungkin menjadi salah satu pemicu konflik yang berujung pembakaran aset milik PT.SSL.

Exit mobile version