Siak  

Ketulusan Aiptu Afrizon Bantu Warga Terlantar Tuai Pujian dari Ketua Paguyuban Sunda

Ketulusan Aiptu Afrizon Bantu Warga Terlantar Tuai Pujian dari Ketua Paguyuban Sunda
Screenshot

David saat Dijemput Ketua Paguyuban Sunda di Polsek Tualang

Siak, — Pekerja penanam akasia di Tualang asal Jawa Barat bernama David akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah sempat menjadi korban penipuan lowongan kerja yang ia dapat informasi melalui media sosial Facebook.

David terlantar di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (20/7) pagi,  akhirnya mendapat bantuan dari pihak Kepolisian Polsek Tualang dan paguyuban warga Sunda di Perawang.

Kapolsek Tualang, melalui salah seorang personelnya, Aiptu Afrizon, dengan sigap dan Iklas membantu David setelah mengetahui kondisinya yang memprihatinkan.

Kepedulian Aiptu Afrizon ini kemudian mendapat perhatian serupa dari Ketua Paguyuban Sunda Kecamatan Tualang, Bapak Agus, yang juga merupakan warga asal Jawa Barat.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan cepat dan kepedulian tinggi yang ditunjukkan oleh Aiptu Afrizon dan jajaran Polsek Tualang. Ini bukti bahwa masih banyak anggota Polri yang berhati mulia dan siap membantu warga dalam kesulitan,” ujar Agus saat ditemui Minggu (20/7) sore.

Agus bilang, bahwa pihaknya turut tergerak untuk membantu David pulang ke kampung halamannya dengan menyediakan ongkos perjalanan bus menuju Jawa Barat.

“Kami dari Paguyuban Sunda merasa bertanggung jawab secara moral. David adalah saudara kita yang sedang kesulitan di tanah rantau. Saya akan bantu biaya transportasinya agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” tambah Agus.

Agus juga menyampaikan harapan agar aksi kepedulian seperti ini bisa menjadi perhatian bagi pimpinan Polri di semua tingkatan.

“Semoga kebaikan Aiptu Afrizon ini bisa mendapat apresiasi dari para pimpinan, mulai dari Polres Siak, Polda Riau, hingga Bapak Kapolri di Mabes Polri,” katanya.

Tidak hanya sampai disitu, Agus juga mengimbau kepada para pencari kerja agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang belum jelas asal-usulnya, terutama yang disebarkan melalui media sosial.

“Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah percaya dengan lowongan kerja yang belum jelas kebenarannya. Kita harapkan juga agar aparat penegak hukum bisa menindak tegas para pelaku usaha nakal yang memanfaatkan situasi dan merugikan para pencari kerja, khususnya dari luar daerah,” pungkas Agus menyudahi.

Exit mobile version