Fasilitas Umum dan Bagunan Polisi Dibakar Massa
Jakarta, – Aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta Jumat malam berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum, mulai dari pos polisi, halte Transjakarta, hingga gerbang tol, dibakar massa.
Kericuhan pertama muncul di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, ketika sekelompok massa membakar pos polisi lalu lintas serta merusak pembatas jalan.
Aksi itu dipicu oleh kekecewaan terhadap keputusan kenaikan gaji anggota DPR serta peristiwa tewasnya seorang pengemudi ojek online setelah tertabrak kendaraan taktis.
“Situasi sempat memanas ketika massa mulai membakar pos polisi. Namun arus lalu lintas masih dapat dilalui, meskipun pengendara diminta berhati-hati,” ujar Arif, salah seorang warga yang berada di lokasi.
Di kawasan Jakarta Selatan, massa membakar halte Transjakarta yang berada di depan gedung Polda Metro Jaya. Kobaran api melahap bangunan halte, sementara petugas segera menurunkan mobil water cannon untuk mencegah api merambat ke area sekitar.
Selain itu, fasilitas umum lain berupa lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman ikut menjadi sasaran perusakan.
“Kami sudah mengimbau massa untuk membubarkan diri dengan cara persuasif. Namun sebagian masih bertahan, sehingga aparat terpaksa mengerahkan gas air mata untuk mengendalikan situasi,” jelas Kombes Pol Andi Nugraha, perwakilan Polda Metro Jaya.
Kericuhan juga terjadi di Gerbang Tol Pejompongan, Tanah Abang, yang terbakar cukup hebat hingga menimbulkan kepulan asap besar di Jalan Gatot Subroto. Banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat menjalar, namun petugas berupaya memadamkan dengan peralatan pemadam darurat.
Hingga larut malam, sebagian massa masih bertahan di sekitar Gedung DPR dan Polda Metro Jaya. Aparat gabungan terus berusaha menjaga situasi agar tidak semakin meluas.






