Kemenparekraf Tinjau Langsung Persiapan Festival Pacu Jalur 2025, Dukung Homestay dan Destinasi Wisata Kuansing

Kemenparekraf Tinjau Langsung Persiapan Festival Pacu Jalur 2025, Dukung Homestay dan Destinasi Wisata Kuansing

Tim dari Kemenparekraf Saat Melakukan Kunjungan Ke Kuansing

Teluk Kuantan — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan keseriusannya dengan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik keramaian saat festival pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Rabu (16/7/2025).

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf, Reza Pahlevi, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, serta sejumlah pejabat Pemkab Kuansing.

Tiga lokasi utama yang disiapkan untuk pembukaan acara yaitu, Hutan Kota, Lapangan Limuno, dan Taman Kota Jalur menjadi titik peninjauan.

Tujuan kunjungan ini adalah memastikan kesiapan lokasi pembukaan sekaligus memperkuat koordinasi lintas pihak untuk menjadikan Pacu Jalur 2025 sebagai event bertaraf nasional hingga internasional.

“Kami dari Kementerian Pariwisata datang untuk memastikan Festival Pacu Jalur bisa berjalan baik, mulai dari aspek teknis, promosi, hingga pelayanan wisatawan,” ungkap Reza Pahlevi di sela peninjauan.

Selain mengecek kesiapan lokasi, Kemenparekraf juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek akomodasi, khususnya homestay milik warga setempat.

Terkait Pembinaan dan pelatihan bagi pemilik homestay menjadi bagian penting dari kunjungan tersebut.

“Kami fokus pada kolaborasi, termasuk pelatihan bagi pelaku homestay, agar standar pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan terus meningkat,” jelas Reza.

Seiring meningkatnya popularitas Pacu Jalur yang kini tak hanya dikenal secara nasional namun juga merambah perhatian dunia internasional, potensi kunjungan wisatawan diperkirakan akan melonjak. Untuk itu, kesiapan akomodasi menjadi perhatian penting.

“Salah satu tantangan adalah soal akomodasi. Kita ingin pastikan bahwa homestay yang tersedia bisa memberikan pengalaman yang layak dan nyaman bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara,” tambahnya.

Tak hanya terpaku pada event pacu jalur, Kemenparekraf bersama Pemkab Kuansing dan Dispar Riau juga tengah mengupayakan promosi destinasi wisata unggulan di Kuansing.

Dengan demikian, wisatawan diharapkan bisa memperpanjang masa tinggal mereka dan turut menjelajahi keindahan alam serta kekayaan budaya daerah.

“Kami dorong agar paket-paket wisata yang ditawarkan mencakup destinasi seperti Air Terjun Guruh Gemurai, Danau Masjid Koto Kari, hingga Air Terjun Batang Koban,” ujar Reza.

Event lanjut Reza adalah pintu masuk, tapi destinasi adalah magnet yang memperkaya pengalaman mereka.

Kegiatan ini melibatkan tim dari Kemenparekraf, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, serta pemerintah daerah Kuansing, dalam semangat kolaborasi menyambut Karisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Bahkan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dijadwalkan hadir langsung saat pembukaan festival.

Dengan adanya langkah-langkah konkret mulai dari pembinaan pelaku usaha lokal, peninjauan langsung venue acara, hingga sinergi lintas lembaga, Festival Pacu Jalur 2025 diharapkan tak hanya sukses sebagai perayaan budaya, tetapi juga menjadi penggerak utama sektor pariwisata Kuantan Singingi.

“Ini bukan hanya soal lomba perahu, tapi soal membawa dampak nyata bagi masyarakat. Festival Pacu Jalur adalah wajah kebudayaan dan keramahan Kuansing bagi dunia,” tutup Reza memungkasi.

Exit mobile version