Kehadiran Pak Ogah Dinilai Penyebab Kemacetan di Sejumlah Titik U-Turn Pekanbaru
PEKANBARU.~ Kehadiran Pak Ogah atau warga yang mengatur arus lalu lintas secara swadaya kerap dianggap justru memperparah kepadatan.
Seperti yang terjadi di Jalan Tuanku Tambusai, HR Soebrantas, Sudirman, hingga sejumlah titik U-turn.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan pihaknya tidak akan serta-merta melakukan penindakan.
Melainkan lebih mengedepankan pembinaan terhadap para Pak Ogah, yang sebelumnya sempat dilakukan dan diberi nama Sukarelawan Pembantu Lalu Lintas (Supeltas)
“Terima kasih informasinya. Akan segera kami datakan semua U-turn yang ada orang-orang tersebut untuk kami undang dan apelkan kembali sebagai Supeltas. Kehadiran Supeltas seharusnya bisa mereduksi permasalahan lalu lintas, bukan menambah masalah,” katanya, Sabtu (13/9/2025).
Adapun langkah yang akan ditempuh Ditlantas Polda Riau, antara lain:
Mendata seluruh warga non-terorganisir yang biasa mengatur di U-turn atau persimpangan.
Berkoordinasi dengan Pemkot Pekanbaru agar ikut mendampingi sekaligus memberi solusi alternatif.
Mengundang para Pak Ogah untuk apel bersama.
Membuat kesepakatan dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab kerja di lapangan.
Ditlantas Polda Riau berharap dengan pola pembinaan ini, mereka bisa diarahkan menjadi relawan yang benar-benar berperan positif bagi kelancaran lalu lintas di Pekanbaru.





