JAKARTA riauexpose.com— Selam ini tak banyak yang tahu bahwa istri mantan Kapolri alm Jenderal Hoegeng yakni MeriyatiMeriyati Roeslani Hoegeng masih hidup dengan usia 100 tahun.
Pada Selasa (3/2/2026) Meriyati Roeslani Hoegeng menghembuskan napas terakhir dan pergi menghadap sang pencipta.
Mendapat kabar duka tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit PrabowoJenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang dikenal sebagai Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Kapolri menyebut kepergian Eyang Meri bukan hanya kehilangan bagi keluarga, namun juga bagi seluruh institusi PolriPolri dan Bhayangkari.
“Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum BhayangkariBhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (3/2/2026).
Menurut Sigit, semasa hidupnya Eyang Meri merupakan sosok panutan yang memberikan keteladanan nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan integritas, sejalan dengan warisan moral yang ditinggalkan Jenderal Hoegeng.
“Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi pelita keteladanan bagi Korps Bhayangkara. Sosoknya menjadi inspirasi bagi generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” kata Sigit.
Kapolri juga menyampaikan doa dan simpati mendalam kepada keluarga besar yang ditinggalkan, seraya berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Diketahui, Meriyati Roeslani Hoegeng wafat pada usia 100 tahun. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Pesona Khayangan Estate DG-DH 1 RT 003/028, Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat, satu lokasi dengan makam mendiang suaminya, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.








