PEKANBARU – Gebrakan luar biasa dilakukan Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika. Dalam waktu hanya 20 hari, ia berhasil menyulap lahan di Jalan Demokrasi Gang Bijaksana, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, menjadi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini berdiri megah dan siap beroperasi.
Prestasi ini langsung menuai pujian dari Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, yang mengibaratkan kecepatan pembangunan itu bak legenda Candi Roro Jonggrang — berdiri megah dalam semalam. “Kita harus kasih apresiasi Pak Jeki ini, baru satu-satunya Kapolres di jajaran Polda Riau yang bikin gebrakan ‘Roro Jonggrang’. Kemarin di Payung Sekaki, sekarang di sini,” ujar Irjen Herry dalam sambutannya saat meresmikan SPPG Polresta Pekanbaru, Jumat (31/10/2025).
Irjen Herry menilai pembangunan cepat ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan bukti nyata kepemimpinan dan semangat pelayanan masyarakat. Ia menegaskan, “SPPG ini bukan hanya bangunan, tapi simbol kepedulian polisi terhadap masa depan anak-anak kita. Bayangkan, dalam 20 hari sudah berdiri dan langsung bisa produksi makanan bergizi.”
Dapur SPPG yang dibangun seluas 300 meter persegi itu kini telah dioperasikan oleh 18 relawan terlatih, dan memenuhi standar ketat dari Badan Gizi Nasional. Pada tahap awal, dapur tersebut mampu memproduksi hingga 1.000 porsi makanan bergizi per hari — dengan pembagian 650 porsi untuk siswa di sembilan sekolah dan 350 porsi untuk tujuh Posyandu di wilayah Payung Sekaki.
Kombes Jeki Rahmat Mustika menceritakan perjuangan timnya yang luar biasa selama proses pembangunan. Ia menyebut, mereka bekerja tanpa kenal lelah, bahkan hingga dini hari. “Bangunan ini seperti Roro Jonggrang, Jenderal. Kami pagi, siang, malam terus bekerja. Kami loyal kepada Jenderal bahwa ini harus jadi sesuai dengan target 20 hari,” ungkap Jeki sambil tersenyum.
Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya kerja keras, tapi juga koordinasi yang solid antara jajaran Polresta, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. “Setiap paku dan semen yang ditanam di sini adalah hasil gotong royong. Kami ingin dapur ini menjadi simbol kolaborasi antara polisi dan rakyat untuk menyehatkan generasi muda,” tegasnya.
Selain kecepatan pembangunan, Kapolresta juga menekankan efisiensi distribusi makanan dari dapur tersebut. Seluruh penerima manfaat berada dalam radius maksimal 3 kilometer, dengan estimasi waktu pengantaran hanya enam menit. “Kami pastikan makanan bergizi ini sampai dalam kondisi hangat dan layak konsumsi. Setiap menit berharga bagi anak-anak kita,” ujar Jeki.
Ke depan, Polresta Pekanbaru berencana membangun tiga SPPG tambahan di sejumlah kecamatan strategis. Kapolda Riau berharap, inisiatif ini dapat menjadi model nasional bagi kepolisian daerah lain. “Kalau semua Polres punya semangat seperti Polresta Pekanbaru, saya yakin kita bisa menurunkan angka gizi buruk secara signifikan. Ini bukan sekadar dapur — ini revolusi sosial,” pungkas Irjen Herry Heryawan penuh semangat.






