SIAK — Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembunuhan tragis yang bermula dari penemuan jasad seorang pria tanpa identitas (Mr. X) di kebun singkong, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, beberapa waktu lalu.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan menjadi tamparan keras bagi kita semua. Tindakan keji seperti ini seharusnya tidak terjadi di negeri istana,” ujar AKBP Eka Ariandy Putra yang didampingi Kasat Reskrim AKP Tidar Laksono di Mapolres Siak, Jumat (31/10).
Kapolres bilang, pihaknya bersama seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Siak telah lama menjalankan berbagai langkah preventif untuk menekan angka kejahatan, terutama yang melibatkan unsur kekerasan, penyimpangan seksual, serta penyalahgunaan narkoba.
“Sejak jauh hari, kami telah melakukan berbagai upaya preventif. Melalui Bhabinkamtibmas, kami rutin melaksanakan penyuluhan hukum dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, tindakan kriminal, serta perilaku menyimpang seksual,” jelas perwira berpangkat dua melati di pundaknya itu.
Kegiatan penyuluhan tersebut, lanjut AKBP Eka, digelar secara berkala mulai dari tingkat sekolah, pusat keramaian, hingga rumah ibadah.
Dalam pelaksanaannya, Polres Siak juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa guna memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami menggandeng berbagai elemen masyarakat agar pesan-pesan moral dan hukum ini sampai langsung ke akar rumput. Karena pencegahan tidak bisa hanya dilakukan aparat, tapi harus menjadi kesadaran kita semua,” tegas Eka.
Meski demikian, Kapolres mengakui bahwa tindak kriminal sulit dihapus sepenuhnya karena adanya faktor kesempatan dan lemahnya benteng moral sebagian individu.
Oleh sebab itu, Eka mengingatkan pentingnya pembinaan mental dan spiritual di tengah derasnya arus modernisasi saat ini.
“Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita semua, terutama generasi muda, perlu memperkuat agama dan moral sebagai benteng utama. Ketika hati dan pikiran kita dipenuhi nilai-nilai kebaikan, peluang untuk melakukan kejahatan akan semakin kecil,” pungkas AKBP Eka menyudahi.






