Aceh. ~ Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi memastikan bahwa informasi viral mengenai adanya bau mayat di dalam mobil pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang tidak benar alias hoaks.
Perwira menengah Polri tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah situasi bencana.
“Jangan membuat gaduh dan panik warga yang sedang tertimpa musibah. Kalau kita tidak bisa membantu, setidaknya jangan membuat situasi semakin susah,” tegas AKBP Muliadi Selasa (9/12).
Dia juga bilang bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan-kendaraan yang terdampak banjir. Semua kendaraan tersebut ditinggalkan pemiliknya demi menyelamatkan diri.
“Pemilik mobil meninggalkan kendaraannya untuk keselamatan mereka. Tidak ada temuan seperti rumor yang tersebar itu,” ujarnya menegaskan.
AKBP Muliadi juga menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah proses evakuasi korban banjir bandang yang terus dilakukan oleh pemerintah bersama TNI–Polri.
“Kami bersama TNI dan seluruh unsur terkait bekerja siang malam untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat,” katanya.
Sementara itu, kondisi infrastruktur mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di beberapa wilayah, aliran listrik dan sinyal internet sudah mulai normal. Bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan mendesak lainnya juga mulai mengalir dari berbagai pihak.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mengirimkan bantuan. Ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan diri,” timpal Kapolres.
AKBP Muliadi kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Pastikan informasi berasal dari sumber resmi. Di masa bencana seperti ini, satu kabar bohong saja bisa membuat kekacauan,” tutupnya.






