Pekanbaru – Polda Riau kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkara.
Program ini resmi diluncurkan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di Mako Brimob Polda Riau, Rabu (1/10) sebagai langkah strategis mendukung ketahanan pangan sekaligus peningkatan kualitas gizi anak-anak di daerah.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Kombes Pol I Ketut Gadai selaku Dansat Brimob Polda Riau, Ibu Eka Puja Wibawa sebagai Ketua Pelaksana Yayasan Kemala Bhayangkara Cabang Brimob, serta para Pejabat Utama Polda Riau.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, bersama perwakilan sekolah penerima manfaat seperti TK Kemala Bhayangkara dan beberapa SD Negeri di Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa SPPG adalah bentuk investasi jangka panjang bangsa.
“Program ini bukan sekadar makan gratis. Ini adalah investasi masa depan untuk mencetak generasi emas Indonesia tahun 2045. Asupan gizi anak adalah modal utama menciptakan peradaban intelektual yang lebih maju,” ujar Irjen Herry.
Kapolda juga menyampaikan perlunya sinergi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan program ini hanya bisa tercapai bila ada dukungan dari komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga media.
“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga karakter. Anak-anak kita harus terbiasa berpikir kritis, beretika, dan peduli pada sesama serta lingkungan,” timpalnya.
Program SPPG saat ini telah berjalan di beberapa titik strategis, seperti Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Pelalawan, dan kini di Markas Brimob Polda Riau.
Rencananya, program ini juga akan segera diperluas ke Kabupaten Siak agar lebih banyak anak-anak di daerah yang bisa merasakan manfaat gizi berkualitas.
Langkah Polda Riau ini sejalan dengan visi Presiden RI dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
“Dengan pemenuhan gizi yang optimal, anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Ini bukan hanya program sosial, tetapi strategi membangun peradaban bangsa,” tegas Irjen Herry.
Kehadiran Rocky Gerung dalam acara ini semakin menajamkan pesan moral program tersebut. Dengan gaya khasnya, Rocky menyebut Polda Riau telah memperlihatkan komitmen nyata menjaga “keamanan gizi” anak sekolah.
“Keberhasilan ini tidak ditentukan sekadar oleh dana, tapi oleh etika dan perhatian pada detail. Efektivitas lahir dari sikap konsisten dan tanggung jawab sehari-hari,” kata Rocky.
Ia juga menyinggung pesan Ketua Bhayangkari, Ibu Tina, yang menekankan pentingnya pengelolaan dapur yang benar.
“Racun bukan berasal dari bumi, tetapi dari kesalahan manusia dalam mengelola pangan. Maka, kepastian gizi adalah buah dari etika orang-orang yang mengelolanya,” ujar Rocky.
Rocky memberi apresiasi terhadap Kapolda Riau yang dinilainya berhasil mengubah rutinitas menjadi teladan nasional.
“Setiap jejak bahan pangan diuji klinis, dikelola dengan etis, dan dijalankan dengan konsisten. Dari sinilah lahir efektivitas yang bisa kita tiru. Ini bukan sekadar program gizi, tapi pelajaran tentang etika publik,” pungkasnya menyudahi.











