SIAK.— Duka menyelimuti keluarga besar PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tualang setelah salah seorang karyawannya, Rini Asnita (55), dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan laut saat berwisata di Padang-Sumbar, Minggu (11/5/2025).
Rini, yang merupakan karyawan mill office PT IKPP, menjadi satu-satunya korban jiwa dalam insiden terbaliknya kapal wisata akibat cuaca buruk di perairan antara Pulau Pagang dan Pantai Carlos.
Kapal yang mengangkut 16 penumpang itu diterjang hujan deras dan ombak tinggi sekira pukul 11.30 WIB.
Meski telah dilengkapi pelampung keselamatan dan memiliki kapasitas 18 orang, kapal tak mampu bertahan saat dihantam ombak besar.
Kapten sempat mengarahkan kapal ke tepian Sungai Pisang, namun gagal karena gelombang terlalu kuat, hingga kapal akhirnya terbalik.
“Almarhumah Ibu Rini adalah karyawan yang berdedikasi. Kami sangat kehilangan. Benar, beliau meninggal dunia saat liburan di Padang,” ungkap Zulfikar, salah seorang rekan kerja Rini di PT IKPP.
Rini Asnita diketahui sedang berlibur bersama rekan-rekannya, termasuk Nora Amelia yang juga merupakan karyawan PT IKPP.
Nora bersama kapten kapal sempat membawa Rini ke Puskesmas Bungus, namun nyawa wanita 55 tahun itu tidak tertolong.
Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan kegiatan di laut.
“Kami turut berduka. Korban merupakan wisatawan dari Riau. Kami minta masyarakat lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Jenazah Rini tiba di rumah duka di Jalan 9 KPR I, Perawang, Kabupaten Siak, pada Senin (12/5) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Pemakaman dilakukan di TPU warga Kelurahan Jalan Maredan Kampung Tualang pada Senin pagi.
Yuhertina, warga KPR I sekaligus tetangga almarhumah, mengatakan Rini dikenal sebagai pribadi yang baik dan aktif dalam kegiatan keagamaan.
“Beliau orang yang ramah, suka membantu tetangga, dan aktif bersama jamaah masjid. Kami sangat kehilangan,” ucap wanita berkerudung itu.
Rini Asnita meninggalkan seorang suami dan seorang anak laki-laki. Kepergian karyawan Pabrik Kertas terbesar di Asia itu menjadi kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan kerjanya.






