Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Jembatan Sungai Rokan Ditutup Total, Pengendara Dialihkan Lewat Jembatan Gantung Lubuk Bendahara

Jembatan Sungai Rokan Ditutup Total, Pengendara Dialihkan Lewat Jembatan Gantung Lubuk Bendahara

http://Ujung BatuPenutupan Jembatan Sungai Rokan Ujung Tanjung

Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menutup total Jembatan Sungai Rokan yang berada di Kecamatan Ujung Batu mulai Sabtu pagi (13/7).

Penutupan ini dilakukan guna mendukung proses pengecoran tiang jembatan sebagai proyek perbaikan struktur kemiringan oleh Dinas PUPRPKP Provinsi Riau.

Penutupan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Dengan kebijakan ini, seluruh kendaraan, termasuk roda dua yang sebelumnya masih diperbolehkan melintas, kini harus melewati jalur alternatif.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rohul, Minarli Ismail, menjelaskan bahwa jalur alternatif yang disiapkan adalah melalui Jembatan Gantung Lubuk Bendahara di Kecamatan Rokan IV Koto.

“Penutupan ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap kelancaran pekerjaan perbaikan jembatan yang saat ini masih berjalan. Kami mohon pengertian masyarakat, terutama pengendara roda dua, untuk mengikuti jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujar Minarli.

Adapun rute yang dapat ditempuh pengendara adalah dari Simpang Siabu (Ujung Batu) menuju Lubuk Bendahara (Rokan IV Koto), dilanjutkan ke Lubuk Bendahara Timur dan keluar di Simpang Pematang Tebih (Ujung Batu).

Sejak awal Mei 2025, jembatan yang berada di ruas jalan provinsi Tandun-Pasirpengaraian sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih akibat pergeseran pilar jembatan.

Penutupan penuh kini diperlukan agar proses pengecoran tiang dapat berjalan aman dan lancar.

Dishub Rohul telah melakukan sosialisasi sejak awal, termasuk dengan pemasangan baliho dan rambu peringatan di sejumlah titik strategis, seperti di sekitar lokasi jembatan dan pusat keramaian di Desa Suka Damai.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar penutupan ini berjalan tertib. Di jalur alternatif pun sudah ditempatkan petugas Dishub untuk membantu kelancaran arus kendaraan,” tambah Minarli.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua dan empat, agar lebih berhati-hati saat melewati jalur alternatif, mengingat kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk dan sering menjadi tempat bermain anak-anak.

“Kami mengajak semua pengendara untuk tidak memacu kendaraan secara berlebihan. Maksimal kecepatan kami imbau hanya 40 km/jam demi keselamatan bersama,” pungkas Minarli.

Penutupan ini diperkirakan akan berlangsung hingga pekerjaan pengecoran selesai.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat bersabar dan mendukung proses perbaikan infrastruktur ini demi keselamatan dan kenyamanan jangka panjang.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png