PEKANBARU – Jembatan Siak II yang menghubungkan Palas ke Rumbai, tepatnya di Kelurahan Sri Meranti, tengah menjadi perhatian serius setelah mengalami kerusakan yang nyaris membahayakan. Kejadian tersebut terjadi Jumat (9/5) malam, kondisi jembatan menunjukkan tanda-tanda nyaris roboh.
Pada Sabtu (10/5) pagi, tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa saat kendaraan berat seperti truk dan bus melintas, terdengar suara besi yang berbunyi keras dan tampak hampir terlepas.
Menanggapi kondisi ini, Pengamat Perkotaan Universitas Islam Riau (UIR), Dr. Mardianto Manan, menyampaikan pandangannya agar pihak terkait segera mengambil langkah antisipatif.
Mardianto Manan bilang bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Kita harus lebih mengutamakan keselamatan jiwa manusia daripada sekadar menjaga citra jembatan yang mengalami kerusakan sebelum waktunya,” ujar Dr. Mardianto, Sabtu (10/5).
Lebih lanjut, ia mendorong BPJN Riau untuk mengkaji secara menyeluruh kondisi jembatan tersebut.
“Kalau sudah ada indikasi kerusakan dan pergerakan, maka BPJN harus segera melakukan kajian teknis,” tambahnya.
Dr. Mardianto menyarankan agar kendaraan bertonase berat untuk sementara dibatasi melintas di jembatan tersebut, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
“Silakan lakukan sidak, turunkan tim ahli untuk menilai kondisi riil di lapangan. Setelah ada kesimpulan yang jelas, baru ditetapkan langkah-langkah penanganan yang tepat, tanpa tindakan yang tergesa-gesa,” pungkasnya menyudahi.





