Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Jalur Jawara Tahun Lalu Tersingkir di Hari Pertama Festival Pacu Jalur Kuansing 2025

Jalur Jawara Tahun Lalu Tersingkir di Hari Pertama Festival Pacu Jalur Kuansing 2025

Pacu Jalur Kuansing 2025

KUANSING – Hari pertama Festival Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tahun 2025 di Tepian Narosa Teluk Kuantan berlangsung meriah  Rabu (20/8/2025).

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka turut hadir menyaksikan langsung pertandingan yang digelar.

Sebanyak 25 kali hilir telah dipertandingkan, menyisakan 179 hilir lagi yang akan berlangsung Kamis (21/8/2025). Ribuan masyarakat tampak antusias memadati tepian Sungai Kuantan, memberikan semangat kepada para pedayung yang berlaga.

Namun, di luar dugaan, beberapa jalur unggulan harus terhenti lebih awal setelah kalah dari jalur non unggulan. Di antaranya, jalur Langkah Siluman Buayo Danau dari Sitorajo Kari yang sebelumnya meraih juara tiga di event Lubuak Sobae Baserah 2025, harus mengakui keunggulan jalur PBB Rantau Kuantandari Banjar Nan Tigo Inuman.

Hal serupa juga dialami jalur Pangeran Fortuna dari Pulau Rumput yang kalah dari Ghajo Siluman Sungai Tonam asal Pulau Sipan.

Sementara itu, Linta Jalang 2024 juga tersingkir usai berhadapan dengan Samurai Jopang Bukik Tatunggang. Jalur lainnya seperti Sultan Sakti Bakuang Batuah dan Singa Kuantan pun belum beruntung di laga perdana.

Suasana di tepian sungai kian hidup ketika Wapres Gibran memberikan lambaian tangan kepada para pedayung seusai pertandingan.

“Luar biasa, saya melihat sendiri bagaimana semangat masyarakat dalam menjaga tradisi ini. Pacu jalur benar-benar menjadi warisan budaya yang membanggakan,” ujar Gibran.

Pacu jalur tahun ini juga menjadi perhatian internasional. Beberapa tamu kehormatan ikut menyaksikan langsung jalannya pertandingan, mulai dari duta besar Bangladesh, Rwanda, Bosnia Herzegovina, Serbia, Mozambik, Fiji, Bulgaria, hingga perwakilan dari PBB, Uni Emirat Arab, Yordania, Azerbaijan, dan Angola.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, berharap festival ini semakin menguatkan posisi pacu jalur sebagai event budaya kelas dunia.

“Pacu jalur bukan sekadar lomba, tapi simbol persatuan, semangat, dan identitas masyarakat Kuansing. Mari kita lestarikan bersama agar tradisi ini terus mendunia,” pungkas.

5 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png