Tampak depan Hotel Hollywood di Riau
Hukrim  

Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah RW di Siak, Keluarga Tak Menyangka Akan Berpisah Secara Tragis

Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah RW di Siak, Keluarga Tak Menyangka Akan Berpisah Secara Tragis

SIAK — Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Reski Wahyudi di Belakang Pipa, Kilometer 4, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (17/6/2025) lalu.

Sekira pukul 05.00 WIB, jenazah RW pemuda yang diduga terlibat dalam kasus penjambretan di Kota Pariaman tiba di rumah duka, disambut tangis keluarga dan warga sekitar.

RW, yang diketahui sudah lama merantau, jarang terlihat kembali di Perawang. Kedatangannya kali ini menjadi pertemuan terakhir, dalam kondisi tak lagi bernyawa.

Ayah RW, Huswandi, tampak tegar namun tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat menerima langsung jenazah putranya.

“Kami ikhlas… walau berat, semoga anak kami tenang di sana,” ucapnya lirih.

Kepolisian dari Polres Pariaman menyerahkan jenazah RW setelah seluruh proses hukum dilalui, termasuk visum di RS Bhayangkara Padang serta kelengkapan administratif.

“Penyerahan jenazah sudah melalui prosedur sesuai hukum yang berlaku. Semua dilakukan dengan koordinasi penuh bersama pihak keluarga,” kata Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadan.

RW sebelumnya diduga terlibat dalam penjambretan di Jalan Bypass Kota Pariaman pada Minggu (15/6/2025).

Usai mengambil tas milik korban, RW melarikan diri menggunakan sepeda motor, hingga akhirnya bertabrakan dengan pengendara lain bernama Suardi (58) di Jalan Kolonel Anas Malik.

Benturan itu menyebabkan keduanya terjatuh. Suardi mengalami luka berat dan meninggal setelah sempat dirawat, sementara RW, dalam kondisi terluka, menjadi sasaran amuk massa sebelum polisi datang mengamankan situasi.

“Kami sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri. Masyarakat sebaiknya menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat,” imbau Iptu Rio.

Tetangga sekitar rumah duka menyampaikan rasa belasungkawa dan terkejut mendengar kabar tersebut.

“RW itu anaknya pendiam… terakhir pulang beberapa bulan lalu. Kami tidak menyangka kepergiannya akan seperti ini,” tutur seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Kini, keluarga hanya bisa menguatkan diri dan memanjatkan doa agar kepergian RW menjadi jalan pengampunan baginya.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png