Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Investor Jepang Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Kembangkan KITB Siak

Investor Jepang Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Kembangkan KITB Siak

SIAK.~ PT Sinergi Kharisma Yuda (SKY), perusahaan asal Jepang, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) dan PT Samudra Siak (SS).

Kerja sama tersebut untuk pengembangan kawasan industri dan Pelabuhan Tanjung Buton. Total investasi yang digelontorkan mencapai Rp1,7 triliun.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat Siak, Rabu (1/10) disaksikan langsung oleh Bupati Siak Afni Zulkifli, Wakil Bupati Syamsurizal, serta Ketua DPRD Siak Indra Gunawan.

Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan penandatanganan kerja sama PT SKY dari Jepang bersama BUMD kita, PT KITB dan PT SS, dengan total investasi sebesar Rp1,7 triliun. Ini adalah langkah maju untuk Kabupaten Siak,” kata Bupati Afni.

Afni bilang, Pemkab Siak berkomitmen untuk memberi kemudahan dan jaminan kepastian bagi investor yang akan berinvestasi di Siak.

Menurutnya, setiap investasi yang masuk harus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat.

Insya Allah KITB mulai bergerak luar biasa. Kami ingin investasi ini memberikan efek nyata dan jangka panjang pada ekonomi daerah, termasuk menghidupkan Pelabuhan Tanjung Buton,” ujarnya.

BUMD lanjut Afni, harus berada di depan. Investor memberikan dukungan modal, pemerintah daerah menyediakan lahannya. Inilah bentuk kolaborasi kita.

PT SKY diketahui bergerak di bidang energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit, khususnya cangkang, untuk diolah menjadi bahan bakar biomassa. Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan produk turunan seperti pellet biomassa yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Untuk tahap awal, PT SKY membutuhkan lahan seluas tujuh hektare di kawasan KITB. Saat ini, baru setengah hektare lahan yang tersedia dan telah dipakai untuk penumpukan cangkang kelapa sawit, yang kualitasnya diakui terbaik di Riau.

Untuk mewujudkan itu semua, Pemkab Siak siap menyediakan lahan tambahan sebagai wujud dukungan terhadap investasi ini.

Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menyebut MoU ini bukan sekadar kontrak bisnis, melainkan momen strategis membangun ekosistem industri terintegrasi di Siak.

Hari ini menjadi langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun berjalan, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh. Ini bukan hanya soal pelabuhan, tetapi tentang membangun industri dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini diekspor mentah,” kata Kawamura.

Menurut Kawamura, pihaknya berkomitmen menjadikan Tanjung Buton sebagai salah satu simpul penting dalam rantai logistik dan energi berkelanjutan di Indonesia.

Semoga kerja sama ini semakin kuat dengan dukungan pemerintah daerah, karena kami percaya kolaborasi adalah kunci keberlanjutan investasi,” pungkasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Siak optimis kawasan KITB dan Pelabuhan Tanjung Buton akan segera menjadi daya tarik baru pertumbuhan ekonomi, menciptakan ribuan lapangan kerja, sekaligus mengangkat citra Siak di kancah internasional.

53 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png