Investasi Kian Mengalir ke Siak: KITB Disulap Jadi Kawasan Industri Strategis Riau

Investasi Kian Mengalir ke Siak: KITB Disulap Jadi Kawasan Industri Strategis Riau

PekanbaruPemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menunjukkan komitmennya dalam menarik dan mempermudah masuknya investor di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Kawasan seluas lebih dari 3.100 hektare itu digadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Provinsi Riau, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat tempatan.

Langkah nyata tersebut terlihat dari kehadiran Wakil Bupati Siak Syamsurizal dalam ekspose rencana bisnis PT Biomass Utama Mandiri Indolestari (BUMI) yang berminat menanamkan modalnya di kawasan industri tersebut.

Saat pertemuan yang berlangsung di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10) Syamsurizal menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap realisasi investasi itu.

“Kami menyambut baik rencana investasi ini. Kami sudah lama menunggu investor yang benar-benar serius untuk menanamkan modal di Kawasan Industri Tanjung Buton,” katanya.

Alhamdulillah, lanjutnya, kawasan ini telah kami siapkan dengan segala potensi dan kemudahannya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Siak akan memastikan seluruh proses administrasi dan perizinan berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia mengklaim, Pemkab siap memberikan fasilitas dan kemudahan agar investasi di KITB dapat segera terealisasi tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

“Kami ingin investasi ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU semata, tapi benar-benar terealisasi di lapangan. Pemerintah terus berupaya melengkapi infrastruktur penunjang dan menjamin kenyamanan bagi investor,” ujar Syamsurizal.

Selain dukungan terhadap kemudahan investasi, ia juga bilang bahwa setiap proyek di KITB harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Syamsurizal meminta agar para investor memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami menekankan agar setiap perusahaan yang beroperasi di KITB memberi ruang sebesar-besarnya bagi putra-putri Siak untuk bekerja dan berkembang. Investasi harus membawa dampak sosial dan ekonomi yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Biomass Utama Mandiri Indolestari, Darwin Handoko, menyampaikan ketertarikan perusahaannya untuk berinvestasi di KITB karena melihat potensi besar sektor energi terbarukan di Riau.

Perusahaannya, kata dia, bergerak di bidang penumpukan dan pergudangan (stockpile) cangkang sawit yang digunakan sebagai sumber energi biomassa ramah lingkungan.

“Kami melihat potensi biomassa di Riau sangat besar. Melalui investasi ini, kami ingin menjadikan sumber daya lokal sebagai solusi energi berkelanjutan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah tanpa merusak lingkungan,” ungkap Darwin.

Kegiatan ekspose tersebut turut dihadiri oleh Tim Percepatan Pengembangan dan Realisasi Investasi (TP2R) serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. Hal ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Siak dalam membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor yang ingin berkontribusi pada pembangunan daerah.

Dengan dukungan pemerintah dan kesiapan infrastruktur, KITB diproyeksikan menjadi kawasan industri unggulan di Riau yang mampu menghubungkan potensi ekonomi pesisir dengan pasar nasional dan global. Syamsurizal menegaskan, Pemkab Siak akan terus menjaga kepercayaan investor dengan menjamin kepastian hukum, keamanan, dan stabilitas iklim usaha di wilayahnya.

“Kami ingin menjadikan Siak sebagai daerah yang ramah investasi, efisien dalam pelayanan, dan kompetitif dalam pertumbuhan ekonomi. KITB adalah masa depan industri Riau, dan kami siap memastikan investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tutup Syamsurizal memungkasi.

Exit mobile version