DOHA — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia U-17 2025 akan diikuti oleh 48 negara. Format anyar ini menandai era baru dalam kompetisi kelompok usia muda paling bergengsi di dunia tersebut. Ajang yang akan digelar di Qatar itu menghadirkan kejutan besar, termasuk keberhasilan Timnas Indonesia U-17 menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara.
Tim besutan Nova Arianto memastikan tiket ke putaran final setelah menembus perempatfinal Piala Asia U-17 2025, capaian yang juga mengulang prestasi generasi sebelumnya pada 2023.
“Kami datang bukan sekadar untuk berpartisipasi, tetapi ingin menunjukkan karakter sepak bola Indonesia yang tangguh dan berani,” tegas Nova Arianto dalam keterangan resminya.
Dari kawasan Asia (AFC), sebanyak sembilan negara akan tampil di Qatar. Mereka adalah Indonesia, Arab Saudi, Uzbekistan, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Korea Utara, Tajikistan, dan tuan rumah Qatar.
Delapan di antaranya meraih tiket lewat jalur kompetisi, sedangkan Qatar otomatis lolos sebagai tuan rumah. Fakta bahwa hanya Indonesia dari Asia Tenggara yang mampu menembus daftar elite ini menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di level benua.
Adapun dua negara tetangga, Thailand dan Vietnam, yang sempat berlaga di Piala Asia U-17 2025, harus puas tersingkir di fase grup.
“Pencapaian Indonesia menunjukkan progres signifikan sepak bola usia muda di kawasan ASEAN. Ini capaian yang patut diapresiasi,” ujar analis sepak bola Asia, Rahmad Pratama, menilai.
Sementara itu, dari benua Eropa (UEFA), kuota peserta menjadi yang terbanyak yakni 11 negara.Mereka terdiri dari Belgia, Inggris, Austria, Kroasia, Republik Ceko, Prancis, Jerman, Italia, Portugal, Republik Irlandia, dan Swiss. Dominasi Eropa ini mengindikasikan kedalaman kompetisi usia muda yang masih sulit disaingi kawasan lain.
Dari Afrika (CAF), sebanyak 10 negara mengamankan tempat, diikuti Amerika Utara dan Tengah (CONCACAF) dengan 8 negara, Amerika Selatan (CONMEBOL) sebanyak 7 negara, dan terakhir Oseania (OFC) yang diwakili 3 negara. Format 48 peserta ini sekaligus menggandakan jumlah kontestan dari edisi sebelumnya yang hanya 24 tim.
FIFA menegaskan perubahan format ini dimaksudkan untuk memperluas kesempatan dan memperkuat pengembangan pemain muda di seluruh dunia.
“Kami ingin talenta dari berbagai penjuru dunia mendapat panggung yang lebih luas. Piala Dunia U-17 bukan hanya tentang juara, tetapi juga masa depan sepak bola dunia,” kata pernyataan resmi FIFA Development Committee.
Bagi Indonesia, partisipasi ini bukan sekadar prestasi teknis, tetapi juga momentum kebangkitan sepak bola usia muda.
“Keberhasilan menembus Piala Dunia dua kali beruntun adalah hasil dari sistem pembinaan yang mulai terarah. Sekarang saatnya menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing secara mental dan kualitas,” tutup Nova Arianto.








