Hujan Dua Jam, Pekanbaru Kebanjiran, Warga Desak Wali Kota Hentikan Drama, Tunjukkan Aksi

Hujan Dua Jam, Pekanbaru Kebanjiran, Warga Desak Wali Kota Hentikan Drama, Tunjukkan Aksi
Screenshot

PEKANBARU — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru Minggu (12/10) petang kembali memunculkan wajah kelam ibu kota Provinsi Riau, banjir di mana-mana.

Guyuran air hujan selama hampir dua jam, sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, membuat sejumlah ruas jalan protokol dan pemukiman warga tergenang air setinggi betis orang dewasa.

Genangan air paling parah terlihat di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Perpustakaan Wilayah Riau. Jalan utama tersebut membuat kemacetan akibat air yang meluber hingga ke badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan kendaraan terjebak macet.

“Sudah jadi langganan kalau hujan deras. Air langsung naik, apalagi di depan Perpustakaan itu,” ujar salah seorang pengendara motor yang terpaksa berhenti menepi karena mesinnya mati terendam.

Kondisi serupa juga dialami warga di Jalan Paus dan Jalan Durian, dua kawasan padat penduduk di Kecamatan Marpoyan Damai dan Sukajadi.

Di sana, air bahkan masuk ke dalam rumah warga. “Air cepat sekali naik, hujannya deras dan lama. Dalam waktu satu jam, lantai rumah sudah terendam,” ungkap Yurnalis, warga Jalan Paus, sambil menimba air dari ruang tamunya yang basah kuyup.

Pria yang berprofesi sebagai ASN itu mengaku sudah bosan dengan janji-janji penanganan banjir yang tak kunjung terbukti.

“Setiap tahun masalahnya sama, tapi solusinya tak pernah jelas. Kami bukan butuh janji, tapi tindakan nyata,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan tak adanya petugas dari dinas terkait yang segera turun membantu warga. Banyak masyarakat terpaksa mengevakuasi barang berharga secara mandiri.

Anak-anak terlihat menggigil di depan rumah sambil menunggu air surut. “Kasihan anak-anak, ini bukan pertama kali. Kami berharap pemerintah kota tidak tutup mata,” ucap Ani seorang ibu rumah tangga di Jalan Durian.

Fenomena banjir di Pekanbaru memang bukan hal baru. Namun, derasnya hujan kali ini memperlihatkan bahwa sistem drainase kota belum sepenuhnya berfungsi.

Saluran air tersumbat, sedangkan pembangunan di sejumlah kawasan tanpa memperhatikan resapan memperparah kondisi. Air yang seharusnya mengalir ke parit justru meluap kembali ke jalan.

Warga kota bertuah kini menanti langkah konkret dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk membuktikan komitmennya dalam menangani masalah klasik tersebut.

“Kalau hanya pencitraan di media, kami sudah sering dengar. Saatnya pembuktian nyata. Kami ingin bukti, bukan sekadar janji,” tutur Yurnalis menutup keluh kesahnya.

Exit mobile version