Banjir di Pekanbaru
PEKANBARU.~ Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru Selasa (16/9) malam kembali memunculkan masalah bagi masyarakat kota bertuah.
Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa, membuat arus lalu lintas lumpuh dan banyak kendaraan roda dua mogok di tengah jalan.
Genangan parah tampak terjadi di Jalan Durian, Jalan Pepaya, dan Jalan Pelajar Sukajadi. Tiga ruas utama yang menjadi jalur padat kendaraan itu mendadak berubah seperti kolam, menyulitkan pengendara yang terjebak hujan deras.
“Airnya cukup tinggi, hampir selutut, jadi kendaraan banyak yang tidak bisa lewat,” kata Hasan, salah seorang pengendara yang terjebak banjir di Jalan Durian.
Akibat banjir mendadak tersebut, ratusan kendaraan terpaksa melaju pelan dan menimbulkan kemacetan panjang. Banyak pengendara roda dua yang akhirnya harus menuntun motornya karena mesin mati usai nekat menerobos genangan air.
“Motor saya mogok karena mengarungi jalan yang banjir,” ujar Hasan kesal.
Pria yang mengaku berdomisili di Kecamatan Payung Sekaki itu bilang, persoalan banjir di Pekanbaru bukan hal baru.
Menurutnya, setiap hujan deras turun, selalu ada kawasan rawan genangan air yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap Pemko Pekanbaru bisa segera mencari solusi. Jangan dibiarkan begini terus, warga selalu jadi korban,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, kondisi drainase di kawasan Sukajadi terlihat tak mampu menampung debit air hujan. Air yang seharusnya mengalir deras ke saluran pembuangan malah meluap ke jalan raya, diduga karena tersumbat sampah dan kurangnya perawatan rutin.
Situasi ini diperparah dengan minimnya resapan air akibat kepadatan bangunan di kawasan tersebut.
Sejumlah warga sekitar mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir seusai hujan seperti ini, namun tetap mengeluhkan lambannya penanganan dari pemerintah kota.
“Setiap hujan deras, pasti banjir. Kami capek mengadu, tapi tidak ada perubahan berarti,” ungkap Rudi, yang mengaku warga Jalan Pepaya.
Selain merugikan pengendara, banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar. Banyak toko dan warung terpaksa menutup usaha mereka karena akses jalan tidak bisa dilalui.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Pekanbaru terkait langkah untuk mengatasi banjir di kawasan Sukajadi. Namun, warga menuntut agar perbaikan drainase dan normalisasi saluran segera dilakukan, bukan sekadar janji politik yang tak kunjung direalisasikan.





