Foto Ilustrasi
Tembilahan, – Sebuah video yang diduga melibatkan seorang tenaga medis di Tembilahan beredar luas di tengah masyarakat.
Rekaman yang berisi adegan tidak pantas tersebut menimbulkan perhatian publik dan mencoreng dunia kesehatan di Tembilahan.
Berdasarkan informasi yang beredar, video itu awalnya diduga merupakan rekaman pribadi. Namun, entah bagaimana rekaman tersebut kemudian tersebar dan menjadi perbincangan di lingkungan tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.
Identitas pihak yang terlibat belum dipastikan secara resmi, meski inisial “Alf” kerap disebut.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Indragiri Hilir, dr. Suryadi, saat dimintai tanggapan menyampaikan bahwa kasus ini perlu dilihat secara hati-hati.
“Kami sangat menekankan pentingnya menjaga kode etik kedokteran. Dokter adalah profesi yang harus memberi teladan, namun tentu kita harus menunggu klarifikasi dan pembuktian yang sah sebelum menarik kesimpulan,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Dari sisi hukum, penyebaran konten asusila bisa dijerat melalui Undang-Undang Pornografi maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Namun begitu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait penyelidikan kasus tersebut.
Seorang tokoh masyarakat Tembilahan, H. Mulyadi, mengimbau agar publik lebih bijak dalam menyikapi isu ini.
“Kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam fitnah. Yang paling penting adalah menunggu kebenaran melalui proses yang resmi, bukan sekadar mengikuti isu di media sosial,” katanya.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr. Rahmat, baik melalui pesan singkat maupun kunjungan langsung ke kantor RSUD Jumat (15/8/2025) lalu. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.






