PEKANBARU – PSPS Pekanbaru akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menumbangkan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2025/2026.
Laga sengit yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, pada Jumat (10/10) ini menjadi momen kebangkitan Laskar Lancang Kuning setelah hasil kurang memuaskan di laga-laga sebelumnya.
Gol tunggal kemenangan PSPS tercipta pada menit ke-89 lewat kaki Reyhan Firdaus, yang memanfaatkan umpan matang dari Asir Asiz di sisi kanan pertahanan Sriwijaya FC.
Gol ini disambut sorak-sorai ribuan suporter yang memadati Stadion Rumbai, seolah melepaskan penantian panjang untuk merayakan tiga poin penuh di kandang sendiri.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil ngotot. PSPS tampil agresif dengan pola serangan cepat dari sayap, sementara Sriwijaya FC mencoba membalas lewat serangan balik berbahaya.
Namun, hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap 0-0 meski PSPS mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen. Beberapa peluang emas dari Jakhongir Kurbonboev dan Ilham Fathoni belum mampu mengubah keadaan.
Memasuki babak kedua, pelatih caretaker Ibnu Grahan melakukan sejumlah rotasi untuk menambah daya gedor. Ia memasukkan Jimmy Aronggear dan Reyhan Firdaus, menggantikan pemain yang mulai kelelahan.
“Kami tahu pertandingan akan berjalan ketat. Jadi kami siapkan pemain yang bisa memberikan tenaga baru dan semangat tambahan di babak kedua,” ujar Ibnu seusai pertandingan.
Peluang emas sempat datang bagi PSPS pada menit ke-84 setelah Asir Asiz dilanggar di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih.
Namun begitu, eksekusi Christian Santos masih bisa digagalkan oleh kiper Sriwijaya FC, Zaenuri, yang tampil gemilang sepanjang laga.
“Saya sempat kecewa ketika penalti gagal, tapi pemain tetap fokus dan tidak menyerah. Itu kuncinya,” timpal Ibnu.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit berselang. Umpan silang Asir dari sisi kanan berhasil disambar Reyhan dengan sepakan keras mendatar yang tak mampu dihalau Zaenuri.
Gol tersebut menjadi satu-satunya di pertandingan, sekaligus memastikan PSPS meraih kemenangan perdana di kandang musim ini.
“Saya hanya berpikir satu hal, cetak gol untuk tim. Alhamdulillah, akhirnya bisa bantu PSPS menang,” ungkap Reyhan.
Meski tertinggal, Sriwijaya FC mencoba bangkit di menit-menit akhir dengan memasukkan pemain muda Zico dan Al Muzammi.
Namun pertahanan PSPS yang dikomandoi Arif Satria tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi. Upaya terakhir dari tim tamu melalui bola mati juga tak mampu mengubah kedudukan.
Kemenangan ini membuat PSPS naik ke posisi delapan klasemen sementara Grup A dengan koleksi 5 poin, menyalip Persiraja Banda Aceh yang baru mengumpulkan 4 poin. Sementara itu, Sriwijaya FCsemakin terpuruk di dasar klasemen dengan 1 poin dari lima pertandingan.
Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, mengakui timnya kurang beruntung. “Anak-anak sudah berjuang maksimal. Kami punya peluang, tapi belum bisa memanfaatkannya. Sepak bola seperti itu, kadang hanya soal momentum dan keberanian,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kemenangan ini menjadi titik balik bagi PSPS Pekanbaru untuk menatap laga-laga berikutnya dengan percaya diri. Dukungan ribuan suporter yang memadati Stadion Rumbai menjadi energi tambahan bagi tim kebanggaan Riau itu.
“Kemenangan ini untuk masyarakat Pekanbaru. Semoga kami bisa terus menjaga tren positif dan bangkit di Liga 2,” tutup Ibnu Grahan menyudahi.









