Dunia Sepak Bola Berduka, Dejan Milovanovic Tewas Saat Laga Legenda di Beograd

Dunia Sepak Bola Berduka, Dejan Milovanovic Tewas Saat Laga Legenda di Beograd

Dejan Milovanovic 

BEOGRAD.~ Dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Dejan Milovanovic, mantan gelandang tim nasional Serbia dan eks pemain RC Lens, meninggal dunia di usia 41 tahun akibat serangan jantung mendadak.

Peristiwa memilukan itu terjadi Selasa (16/9/2025) waktu setempat, ketika ia berpartisipasi dalam laga veteran di Beograd.

Kejadian tersebut berlangsung saat pertandingan antara Red Star Belgrade, klub yang membesarkan namanya, menghadapi PKB Korporacija Belgrade.

Milovanovic baru saja mencetak gol indah pada menit ketujuh. Namun, beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba ambruk saat hendak mengambil tendangan pojok.

Tim medis langsung merespons cepat, memberikan pertolongan darurat dan resusitasi selama lebih dari satu jam, baik di lapangan maupun di pusat medis Red Star Belgrade.

Meski segala upaya terbaik telah dilakukan, nyawa sang gelandang tak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung ganda.

Milovanovic bukan sekadar pemain, ia adalah simbol. Putra dari legenda Serbia, Đorđe Milovanović, itu memulai perjalanannya di akademi muda Red Star Belgrade. Pada tahun 2001, ia menembus tim utama dan segera dikenal sebagai gelandang dengan kepemimpinan yang kuat. Gelar pemain terbaik Serbia pada 2006 menjadi bukti kualitas sekaligus pengakuan terhadap kiprahnya.

Kariernya juga menorehkan jejak di luar Serbia. Pada 2008, Milovanovic bergabung dengan RC Lens di Prancis. Di musim pertamanya, ia membantu klub menjuarai Ligue 2 dan kembali ke kasta tertinggi Ligue 1. Selama dua musim, ia tampil 47 kali untuk klub asal Prancis tersebut sebelum melanjutkan petualangan ke Panionios di Yunani dan Vozdovac.

Kiprahnya di level internasional juga patut dikenang. Milovanovic mencatatkan dua caps bersama timnas Serbia pada 2008. Ia juga tiga kali tampil di Kejuaraan Eropa U-21, menyumbang dua medali perak, dan menjadi bagian dari skuad Serbia dan Montenegro di Olimpiade Athena 2004.

Kabar duka ini segera mengundang reaksi dari dunia sepak bola. RC Lens dalam pernyataannya menyebut Milovanovic sebagai pemain yang berkontribusi besar dalam masa-masa penting klub.

“Kami kehilangan seorang gelandang tangguh yang membantu membawa kami kembali ke Ligue 1. Dejan akan selalu menjadi bagian dari sejarah RC Lens,” tulis klub di akun resminya.

Red Star Belgrade, klub yang sangat dekat di hati Milovanovic, juga menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Dejan bukan hanya kapten, ia adalah jiwa Red Star. Kepemimpinannya, gairahnya, dan kecintaannya pada sepak bola akan selalu hidup dalam ingatan kami. Ia pergi terlalu cepat, tapi warisannya abadi,” bunyi pernyataan klub asal Serbia tersebut.

Liga Veteran, penyelenggara pertandingan di mana tragedi itu terjadi, turut mengonfirmasi kabar duka tersebut. Mereka menekankan bahwa keselamatan pemain akan menjadi perhatian utama ke depan.

“Kami semua terpukul oleh kehilangan ini. Dejan bermain dengan senyum, dengan semangat, dan ia meninggalkan lapangan sebagaimana ia hidup – dengan cinta pada sepak bola,” kata pernyataan resmi mereka.

Kini, dunia sepak bola mengenang Milovanovic bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai manusia yang penuh dedikasi. Dari Beograd hingga Lens, dari Yunani hingga pentas internasional, ia meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Kepergiannya menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan, bahkan bagi mereka yang pernah berdiri sebagai pahlawan di lapangan hijau.

Exit mobile version