Dulu Dianggap Bencana, Kini Lumpur Lapindo Diincar Dunia Karena Mengandung Harta Karun

Dulu Dianggap Bencana, Kini Lumpur Lapindo Diincar Dunia Karena Mengandung Harta Karun

Sidoarjo Dua dekade setelah tragedi lumpur panas menenggelamkan permukiman dan lahan warga, kawasan Lapindo kembali menjadi sorotan dunia.

Penelitian terbaru Badan Geologi dan Kementerian ESDM mengungkap temuan mencengangkan: Rare Earth Elements (REE) dan lithium dua mineral strategis yang diburu industri teknologi global ternyata tersimpan dalam semburan lumpur Lapindo.

Tim peneliti menemukan kandungan mineral langka seperti Rare Earth Elements (REE) dan lithium di dalam material lumpur panas Lapindo. Analisis laboratorium menunjukkan kadarnya signifikan dan berpotensi memenuhi sebagian kebutuhan industri nasional.

“Kami terkejut melihat komposisi mineralnya. Kandungan REE yang muncul dari semburan Lapindo berasal dari lapisan bumi yang sangat dalam dan jarang terpapar,”ujar Peneliti Badan Geologi.

Temuan ini dipublikasikan oleh Badan Geologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah melakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium selama beberapa bulan.

Penelitian dilakukan di area semburan lumpur Lapindo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, lokasi bencana ekologis sejak tahun 2006.

Hasil penelitian dirilis pada akhir 2025, hampir 19 tahun setelah semburan pertama muncul.

REE dan lithium merupakan material vital yang digunakan dalam berbagai teknologi modern, mulai dari pembuatan chip semikonduktor, magnet superkuat, radar pertahanan, satelit, hingga baterai kendaraan listrik (EV), menjadikannya komponen strategis yang sangat dibutuhkan di era industri digital dan energi masa depan.

Selama ini, pasokan REE dikuasai China sehingga temuan di Lapindo langsung menarik perhatian internasional.

Exit mobile version