Siak  

DPRD Siak Dorong Pemasangan Portal di Jalur PT SIR untuk Lindungi Jalan dari Truk Berat

DPRD Siak Dorong Pemasangan Portal di Jalur PT SIR untuk Lindungi Jalan dari Truk Berat
Screenshot
  • Ruas jalan lintas PT SIR Siak-Pekabaru

Siak,~ Pemerintah Kabupaten Siak dan Provinsi Riau mulai mempertimbangkan langkah tegas untuk menjaga ketahanan jalan di lintas PT SIR yang menghubungkan Siak dan Pekanbaru.

Salah satu upaya yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan portal di jalur tersebut, sebagai langkah preventif untuk mencegah truk bertonase berat melewati jalur tersebut.

Rencana ini diusulkan sebagai respons atas maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintasi jalan pada malam hari.

Truk-truk ini, seringkali dengan muatan melebihi kapasitas, berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar kabupaten dan ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Kita juga perlu mengingat betapa beratnya perjuangan para pemimpin, baik dari Pemerintah Kabupaten Siak maupun Pemerintah Provinsi Riau, yang telah dengan susah payah memperjuangkan pembangunan jalan ini.

Upaya mereka memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, termasuk menuju ibu kota Riau, Pekanbaru. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun ini agar tetap berfungsi dengan baik.

Asril Doyok, anggota DPRD Siak dari Dapil III Tualang, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ini.

Kepada media, ia menegaskan bahwa sudah saatnya ada regulasi yang lebih ketat, terutama dalam pengaturan penggunaan jalan oleh angkutan berat.

“Kami akan segera membahas permasalahan ini dengan instansi terkait, karena hal ini sangat mempengaruhi kelangsungan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di daerah,” ujar pengusaha yang kini menjadi wakil rakyat di gedung panglima jimban itu, Rabu (25/9).

Menurut Doyok, jalan lintas ini memiliki peran strategis bagi perekonomian, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga provinsi. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak, termasuk para pengusaha angkutan, bisa berkolaborasi untuk menjaga kelestarian jalan tersebut.

“Jika jalan ini rusak, dampaknya akan sangat besar bagi kelancaran distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya mempengaruhi perekonomian daerah dan provinsi,” tambahnya.

Langkah imbauan kepada para pengusaha angkutan juga akan dilakukan, guna memastikan bahwa aturan terkait tonase dan waktu operasional kendaraan berat dipatuhi dengan baik.

Pengusaha diharapkan untuk lebih sadar bahwa kelangsungan jalan ini menjadi tanggung jawab bersama, agar jalan lintas PT Sir bisa bertahan lebih lama dan memfasilitasi lalu lintas dengan baik.

Menurut Doyok, selain pemasangan portal, pembahasan lain yang akan menjadi fokus adalah pengawasan ketat terhadap kendaraan yang melintasi jalur tersebut.

Doyok menekankan bahwa perlu ada sinergi antara pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengawasi penerapan aturan ini di lapangan.

Masyarakat setempat juga turut mendukung langkah ini, mengingat mereka sering mengeluhkan kerusakan jalan yang membuat akses transportasi terhambat, terutama ketika cuaca buruk. Ketahanan jalan yang terjaga tidak hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga mendukung aksesibilitas warga.

Ke depannya, Asril berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang juga menghadapi masalah serupa. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan, demi memperlancar arus barang dan jasa serta memperkuat perekonomian daerah dan provinsi.

Exit mobile version