Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Dokter RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Pasien Tanpa Rahim dan Vagina

Dokter RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Pasien Tanpa Rahim dan Vagina
Screenshot

PEKANBARU Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau menorehkan sejarah medis luar biasa. Mereka berhasil melakukan operasi rekonstruksi seorang pasien perempuan berusia 21 tahun yang didiagnosa tidak memiliki rahim dan liang vagina sejak lahir.

Kasus langka ini menjadi yang pertama ditangani di RSUD Arifin Achmad dan menunjukkan kemampuan rumah sakit daerah menangani kelainan reproduksi kompleks dengan fasilitas yang lengkap.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis urogenokologi rekonstruksi dan estetika RSUD Arifin Achmad, dr Dafnil Akhir Putra, SpOG (K), Subsp. Orogin, RE, menjelaskan bahwa pasien merupakan rujukan dari RSUD Kabupaten Kampar.

Pasien asal Kampar itu datang dengan keluhan belum pernah menstruasi sama sekali hingga usia 21 tahun.

“Karena pasien akan menikah dan ingin mengetahui penyebab tidak haid sejak remaja, akhirnya dirujuk ke kami,” ujar dr Dafnil, Rabu (8/10).

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter menemukan hal mengejutkan. Meskipun secara fisik pasien tampak normal, memiliki payudara berkembang baik, pinggul proporsional, dan bulu ketiak tumbuh, namun hasil USG menunjukkan tidak adanya rahim. Pemeriksaan lanjutan pun mengungkap fakta lain, pasien tidak memiliki liang vagina.

“Dari hasil pemeriksaan, pasien memang tidak memiliki rahim dan liang vagina. Namun kedua indung telurnya (ovarium) normal. Jadi kelainan ini murni bawaan lahir karena organ reproduksi tidak berkembang sempurna,” jelas dr Dafnil tegas.

Karena tidak memiliki rahim, pasien tidak mungkin mengalami menstruasi. Hal inilah yang menjadi penyebab utama ketiadaan haid sejak remaja.

“Rahim adalah tempat tumbuhnya lapisan endometrium yang luruh setiap bulan saat haid. Jika rahim tidak ada, maka tidak akan terjadi menstruasi sama sekali,” terang dr Dafnil.

Karena pasien akan segera menikah, tim dokter kemudian menyarankan pembuatan liang vagina buatan (vaginoplasti) agar fungsi seksual dapat dijalankan secara normal.

Namun dokter menegaskan bahwa pasien tidak akan bisa hamil karena ketiadaan rahim.

“Operasi ini hanya bertujuan menciptakan fungsi seksual, bukan reproduksi. Jadi peluang untuk memiliki anak secara alami tidak ada,” ujar dr Dafnil.

Prosedur Operasi yang Canggih

Dalam operasi yang dilakukan pada Agustus lalu, tim dokter menggunakan selaput ketuban (amniotic membrane) dari donor wanita lain untuk melapisi dinding vagina buatan.

Metode ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan sel baru dan mempercepat regenerasi jaringan.

“Kami menggunakan selaput ketuban karena mampu menstimulasi pembentukan jaringan sehat pada vagina baru,” jelasnya.

Setelah operasi, pasien dirawat selama tujuh hari di RSUD Arifin Achmad dan menunjukkan perkembangan positif. Saat ini kondisi pasien stabil dan tengah menjalani masa pemulihan akhir.

“Alhamdulillah, pasien dalam kondisi baik. Dalam waktu dekat ia sudah bisa menikah,” ungkap dr Dafnil. Ia bilang, meskipun vagina buatan, pasien tetap dapat merasakan fungsi seksual seperti wanita normal.

Kasus Langka, Satu di Antara Lima Ribu

Menurut dr Dafnil, kondisi ini tergolong kelainan langka. Secara global, kasus seperti ini hanya terjadi pada 1 dari 5.000 wanita.

“Ini pasien pertama yang saya tangani secara langsung. Dan menariknya, seluruh biaya operasi dan perawatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. RSUD Arifin Achmad menjadi satu-satunya rumah sakit di Riau yang mampu menangani kasus sekompleks ini dengan fasilitas lengkap,” ujarnya bangga.

dr Dafnil berpesan terkait pentingnya deteksi dini bagi remaja perempuan yang belum menstruasi hingga usia 14 tahun.

“Kalau anak perempuan sudah 12–14 tahun tapi belum juga haid, itu sudah jadi tanda bahaya. Segera periksa ke dokter kandungan agar bisa diketahui lebih awal apakah ada kelainan pada organ reproduksinya,” imbau dokter yang dikenal sebagai salah satu ahli rekonstruksi organ kewanitaan di Riau tersebut.

57 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png