Riauexpose.Com | Dua petinggi SPBU di Kuala Kampar yakni Direktur dan Manajer ditangkap Sat Reskrim Polres Pelalawan terkait dugaan penimbunan solar subsidi.
Kali ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan berhasil mengamankan barang bukti berupa lebih dari 12 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi dalam pengungkapan kasus dugaan penimbunan ilegal.
Pengungkapan tersebut memperluas skandal penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kini kian terkuak.
Dalam pengembangan terbaru, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua tersangka yang memiliki peran penting dalam operasional SPBU, yakni Z selaku Direktur dan J sebagai Manajer.
Penangkapan ini merupakan hasil lanjutan dari pengungkapan kasus sebelumnya yang telah menjerat dua tersangka lain berinisial H dan NDP.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Efendi melalui Kanit Tipidter Iptu Asbon Mairizal mengungkapkan, kedua tersangka memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan serta distribusi BBM subsidi yang diduga disalahgunakan.
“Penangkapan Z dan J merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya. Keduanya berperan penting dalam distribusi BBM di SPBU Kompak Kuala Kampar,” ujar Iptu Asbon, Senin (13/4/2026).
Tak hanya itu, dalam proses penindakan, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa solar subsidi dengan jumlah fantastis, mencapai lebih dari 12 ton.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Pelalawan guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.
“BBM yang diduga ditimbun secara ilegal tersebut telah kami amankan sebagai barang bukti,” timpalnya.
Saat ini, kedua tersangka telah resmi ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.
Penyidik juga terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang turut terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Pelalawan telah lebih dulu menangkap dua tersangka lain dalam kasus serupa.
Dengan bertambahnya tersangka dari kalangan internal SPBU, aparat menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas praktik penyalahgunaan BBM subsidi hingga ke akar-akarnya.















