Dr. Herlinda, M.A kiri dan Dr. Yulfitarahi SH. MH, kanan
Pekanbaru – Seorang wanita Single Parent ditinggal mati suami inisial NR di Pekanbaru mengaku terus mendapat perlakuan zalim dari dua orang kakak iparnya, Herlinda dan Yulfitarahim, yang notabene berpendidikan tinggi dan bergelar doktor.
Tidak hanya diduga merampas hak waris NR dan anaknya, keduanya juga disebut-sebut berulang kali memaksa NR agar menikah dengan abang tertua mereka, Hermoliza, seorang notaris yang diketahui sudah beristri dan memiliki banyak anak.
Kepada media, NR menuturkan bahwa tekanan tersebut membuat dirinya tertekan secara batin dan direndahkan martabatnya sebagai seorang wanita.
“Saya dipaksa menikah dengan abang ipar saya, Hermoliza. Ucapan itu sering disampaikan kakak ipar saya, bahkan di depan karyawan notaris Yulfita Rahim tempat saya bekerja. Saya merasa sangat dipermalukan,” ungkap NR sembari mengusap air mata.
NR mengaku, apa yang dilakukan oleh Herlinda dan Yulfitarahim telah membuat banyak orang di sekitarnya turut merasa prihatin.
“Semua teman saya kasihan melihat perlakuan mereka. Banyak yang mengutuk perbuatan Herlinda dan Yulfitarahim karena mereka seolah-olah tidak peduli dengan keadaan saya sebagai seorang singel parent,” timpal NR.
Ironisnya, Hermoliza yang disuruh untuk menjadi suami NR oleh kedua kakak iparnya justru turut merayu dan membujuk agar NR menerima pernikahan tersebut.
“Beliau sering mencoba merayu dan membujuk saya agar mau menikah dengannya. Tapi saya selalu menolak. Saya merasa ini bukan hanya tidak pantas karena saya anggap abang saya sendiri dan hubungan baik dengan istri dan anaknya, dan saya merasa ini semua jebakan Yulfita Rahim” tegas NR.
Menurut pengakuan NR, Yulfitarahim bahkan terang-terangan menjanjikan kehidupan mewah apabila ia mau menikah dengan Hermoliza.
“Dia bilang kalau saya menikah dengan abang Hermoliza, saya bakal jadi istri bos, punya perusahaan, dan bisa pakai mobil mewah. Tapi bagi saya, itu hanya cara mereka untuk menekan dan menipu saya dan pada akhirnya nanti membuang saya seperti sampah” ujar NR menirukan ucapan Yulfitarahim.








