Diduga Ditembak, Polda Riau Temukan Proyektil Peluru di Lokasi Gajah Tewas di Pelalawan

Tim Gabungan Polda Riau dan Polres Pelalawan Melakukan Olah TKP di Lokasi Penemuan Gajah Mati di Pelalawan-Riau
Pihak Kepolisian Lakukan Olah TKP di Lokasi Penemuan Bangkai Gajah Sumatera di Ukui, Pelalawan Riau.

PELALAWAN riauexpose.com– Kepolisian Daerah (PoldaPolda) Riau perlahan membuka tabir tewasnya seekor gajahgajah di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan beberapa hari lalu.

Polisi, menemukan proyektil peluru di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah yang mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong.

Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya tindak pidana perburuan liar terhadap satwa dilindungi yang menewaskan seekor gajah dewasa.

Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Polres Pelalawan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“Dari hasil olah TKP, kami menemukan dua potongan logam yang diduga kuat merupakan proyektil atau anak peluru senjata api,” ujar Ungkap.

Tim Gabungan Polda Riau dan Polres Pelalawan Melakukan Olah TKP di Lokasi Penemuan Gajah Mati di Pelalawan-Riau

Ia menjelaskan, potongan logam pertama berdiameter sekitar 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara serpihan lainnya memiliki panjang sekitar 6,94 milimeter.

Berdasarkan hasil uji pendahuluan secara saintifik, kedua potongan logam tersebut terdeteksi positif mengandung unsur timbal (lead), tembaga atau kuningan, serta residu nitrat mesiu yang mengindikasikan adanya tembakan senjata api.

“Untuk memastikan jenis senjata yang digunakan, masih dilakukan pendalaman melalui pemeriksaan lanjutan di laboratorium,” jelasnya.

Sementara itu, Dokter Hewan BBKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan gajah tersebut ditembak pada bagian dahi. Proyektil peluru ditemukan masih bersarang di tengkorak, yang posisinya masih menyatu dengan leher.

“Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher,” kata Rini.

Ia menambahkan, bagian depan kepala gajah seperti dahi, mata, hidung, dan gading diketahui hilang akibat dipotong menggunakan senjata tajam.

Selain itu, Belalai gajah juga ditemukan dalam kondisi terpisah dari tubuhnya.

Pelaku diduga memotong setengah bagian kepala gajah untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter. “Jadi bukan kepala yang hilang seluruhnya, tetapi dipotong setengah bagian untuk mengambil gading,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan gajah tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun. Satwa tersebut diketahui merupakan bagian dari kantong gajah Tesso Tenggara.

“Gajah diperkirakan telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah proses pemeriksaan dan pengumpulan data selesai, bangkai gajah kemudian dikuburkan di lokasi,” pungkasnya.

Exit mobile version